<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-04-08T12:24:18Z</updated>
  <dc:date>2026-04-08T12:24:18Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Begini Cara Komisi XI DPR Kawal Defisit APBN 2026 Tak Tembus 3%</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301443" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301443</id>
    <updated>2026-04-08T07:00:25Z</updated>
    <published>2026-04-08T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XI DPR memastikan akan terus
  mengawal pengelolaan fiskal pemerintah supaya defisit anggaran
  pendapatan dan belanja negara (APBN) tidak tembus 3% PDB, sesuai
  dengan batasan yang tertera dalam UU Keuangan Negara.&lt;br /&gt;Untuk itu,
  sejumlah skema kebijakan yang diperlukan pemerintah telah siap
  didukung oleh parlemen untuk menjaga defisit hanya naik sedikit di
  atas target 2,68% pada tahun ini, yakni sekitar 2,88% sampai dengan
  2,9%.&lt;br /&gt;Dukungan itu di antaranya seperti melalui penerbitan
  undang-undang baru untuk mengamankan defisit fiskal tak tembus 3%,
  seperti UU yang mendukung kebijakan setop restitusi hingga pungutan
  windfall tax.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Enggak akan (3%
  PDB). Saya yakin masih belum. Pemerintah   belum pada opsi untuk
  melebarkan, melebihi di angka 3%,&amp;quot; kata   Ketua Komisi XI DPR
  Mukhamad Misbakhun dalam program Sqwak Box CNBC   Indonesia, Rabu
  (8/4/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Karena perintahnya Bapak   Presiden kepada
  Menteri Keuangan yang disampaikan kepada DPR itu   menyatakan bahwa
  defisit dijaga di 3%, dan 3% itu angkanya bisa 2,88%,   bisa
  2,9%,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Misbakhun menjelaskan, kebijakan
  pemerintah yang bisa didukung DPR itu misalnya memperketat kebijakan
  restitusi atau pengembalian lebih bayar pajak yang ditagihkan wajib
  pajak badan ke negara.&lt;br /&gt;Dalam situasi yang berpotensi mendorong
  krisis global, seperti yang terjadi saat ini akibat gejolak harga
  energi dunia yang dipicu peperangan di Timur Tengah, Ia mengatakan,
  kebijakan restitusi bisa disetop sementara, untuk mendukung daya tahan
  fiskal pemerintah.&lt;br /&gt;Kita bisa mendapatkan penerimaan sampai Rp 500
  triliun hanya dari menahan restitusi. Atau kalau perlu kita
  kesampaikan, restitusi tidak kita bayarkan,&amp;quot; kata Misbakhun dalam
  program Sqwak Box CNBC Indonesia, RAbu (8/4/2026).&lt;br /&gt;Misbakhun
  memastikan, DPR bahkan bisa menggunakan berbagai instrumen regulasi
  untuk mendukung kebijakan penghentian sementara restitusi, terutama
  melalui penetapan undang-undang. Di level teknis, dukungan politik
  juga bisa diberikan oleh DPR bila harus terbit peraturan menteri
  keuangan (PMK) terkait kebijakan penyetopan
  restitusi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau bantalannya itu undang-undang, kita bisa
  melakukan lewat undang-undang. Kalau bantalannya itu adalah peraturan
  di tingkat menteri, kita bisa bikin peraturan menteri yang
  berbeda,&amp;quot; ucap Misbakhun.&lt;br /&gt;Ia pun mengklaim pengusaha pada
  dasarnya bersedia untuk menunda pengembalian kelebihan bayar pajak.
  Sebab, tujuannya untuk menjaga iklim pertumbuhan ekonomi
  semata.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tentunya harus dibicarakan. Kepada seluruh
  stakeholder-nya, kepada pengusahanya. Karena apa? Pada situasi yang
  seperti ini kebersamaan, kegotong royongan, dan saling memahami
  situasi ini sebagai solidaritas nasional, itu sangat penting,&amp;quot;
  ungkap Misbakhun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pengusaha tentunya tidak akan memikirkan
  dirinya sendiri sepanjang mereka bisa bayar karyawan, bisa membayar
  pajak, bisa mendapatkan keuntungan, dan kemudian men-sustainability
  bisnis mereka. Saya yakin mereka juga tidak akan keberatan
  berkontribusi untuk bangsa dan negara,&amp;quot; paparnya.&lt;br /&gt;Selain
  itu, Komisi XI DPR mendorong pemerintah untuk mulai menerapkan skema
  windfall tax, di tengah besarnya potensi kenaikan harga sejumlah
  komoditas ekspor andalan Indonesia di pasar dunia efek perang Iran
  dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel di kawasan Timur
  Tengah.&lt;br /&gt;Misbakhun mengatakan, perang itu tidak hanya mendorong
  kenaikan harga minyak mentah dunia yang menjadi salah satu komoditas
  impor utama Indonesia. Melainkan, juga komoditas ekspor utama RI,
  seperti harga minyak mentah kelapa sawit (CPO), nikel, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, alumunium,
  tembaga, emas, kopi, hingga karet.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tentunya kita bisa
  menyiapkan pemerintah untuk skema windfall tax,&amp;quot; kata
  Misbakhun.&lt;br /&gt;Misbakhun mengatakan, skema windfall tax yang
  diterapkan untuk memajaki durian runtuh profit eksportir komoditas itu
  penting sebagai penopang penerimaan negara dari sisi
  pajak.&lt;br /&gt;Terutama karena kebutuhan penerimaan negara saat ini makin
  tinggi untuk mengompensasi tekanan belanja negara dari sisi subsidi
  energi, karena BBM bersubsidi seperti Pertalite pemerintah tetapkan
  tidak naik meski harga minyak mentah dunia tengah melambung demi
  menjaga daya beli masyarakat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tentunya ini kan harus
  dibicarakan bersama dengan asosiasi pengusahanya, secara sektoral,
  secara sebagian bahwa pada tingkat harga tertentu yang kapan disebut
  Windfall dan kapan kemudian dikenakan berapa persen. Ini juga
  menimbulkan potensi di luar yang normal,&amp;quot; tutur
  Misbakhun.&lt;br /&gt;Melalui skema kebijakan windfall tax, Kementerian
  Keuangan kata dia nantinya memiliki ruang untuk menjaga defisit APBN
  tetap dalam batas aman UU Keuangan Negara, yakni 3% dari produk
  domestik bruto (PDB). Ia mengatakan, defisit APBN hanya akan bergerak
  naik 0,2% poin, dari target 2,68% sepanjang tahun ini menjadi
  2,88%.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah ini tentunya akan memberikan penguatan-penguatan
  kepada penerimaan negara yang bisa meng-offset kenaikan dampak
  kenaikan BBM, kemudian kita tutupi dari penerimaan dari sektor yang
  mengalami lonjakan harga yang biasa kita sebut dengan windfall
  tadi,&amp;quot; papar Misbakhun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah kalau kita bisa
  mengexercise ini dengan baik, saya yakin akan APBN kita mempunyai daya
  tahan yang lebih kuat dan tidak ada perlu kekhawatiran yang berlebihan
  bahwa kita akan mengharapi tekanan,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Penting
  dicatat, windfall tax bukanlah istilah baru dalam dunia perpajakan.
  Berdasarkan artikel di website Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
  Kementerian Keuangan bertajuk &amp;quot;Windfall Tax: Dampaknya terhadap
  Industri &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;&amp;quot;, windfall tax merupakan bentuk pajak khusus yang
  dikenakan pada pendapatan yang tak terduga atau di luar perkiraan yang
  diperoleh oleh suatu industri atau perusahaan tertentu.&lt;br /&gt;Penerapan
  pajak ini bertujuan untuk mengambil keuntungan yang berlebihan yang
  diperoleh dari perubahan harga komoditas atau situasi pasar yang
  menguntungkan secara tiba-tiba. Dengan mengenakan pajak pada
  keuntungan yang tak terduga ini, pemerintah bisa mendapatkan dana
  tambahan untuk berbagai keperluan pembangunan, infrastruktur, atau
  untuk program sosial.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebelumnya,
  Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan   pemerintah
  memang akan menaikkan target defisit Anggaran dan   Pendapatan Belanja
  Negara (APBN) dari semula 2,68% menjadi 2,9% pada   tahun
  ini.&lt;br /&gt;Purbaya menuturkan pihaknya telah melakukan exercise   atau
  kalkulasi atas defisit APBN tahun ini. Nantinya, perubahan ini   akan
  dimuat dalam laporan semester (lapsem) dan dilaporkan ke DPR
  RI.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi kalau di atas 10% gak apa-apa kan..lapsem
  aja,&amp;quot; ujar Purbaya, saat makan siang bersama media di kantor
  Kementerian Keuangan (Kemenkeu), Selasa (7/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(arj/mij)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260408095050-4-724810/begini-cara-komisi-xi-dpr-kawal-defisit-apbn-2026-tak-tembus-3"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Batu Bara Memanas Lagi Diprediksi Bertahan di Level Tinggi</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301414" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301414</id>
    <updated>2026-04-08T07:00:21Z</updated>
    <published>2026-04-08T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Pergerakan harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; global saat ini
  menunjukkan tren stabil dengan kecenderungan menguat terbatas, seiring
  meningkatnya pengaruh harga komoditas energi lain, khususnya liquefied
  natural gas (LNG), di tengah ketidakpastian geopolitik.&lt;br /&gt;Research
  and Development ICDX Muhammad Amru Syifa mengungkapkan bahwa kenaikan
  harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; pada
  awal April mencerminkan adanya peralihan sementara dari gas ke &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Hal ini dipicu
  lonjakan harga LNG akibat gangguan geopolitik di sejumlah wilayah
  strategis.&lt;br /&gt;Dia menyebut harga acuan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Newcastle saat
  ini berada di kisaran US$136 hingga US$140 per ton. Ini menunjukkan
  adanya switching sementara dari gas ke &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Selain itu,
  tambahan permintaan global yang diperkirakan mencapai 40–60 juta ton
  turut menjadi faktor penopang harga, khususnya untuk &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berkalori tinggi
  yang pasokannya relatif terbatas.&lt;br /&gt;Meski demikian, Amru menilai
  proses transisi energi dari &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ke sumber energi
  yang lebih bersih masih berlangsung secara bertahap. Hal ini
  disebabkan oleh berbagai keterbatasan struktural, baik di kawasan
  Eropa maupun Asia.&lt;br /&gt;“Ke depan, harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; diperkirakan
  tetap bergerak dalam kisaran US$110–US$140 per ton, dengan kemungkinan
  penyesuaian jika terjadi perubahan pada pasokan global atau permintaan
  energi,” ujarnya, Rabu (8/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain itu, kebijakan
  emisi karbon di negara konsumen juga akan   menjadi faktor penting
  yang memengaruhi arah permintaan dalam jangka   menengah.&lt;br /&gt;Lebih
  lanjut, Amru menekankan bahwa saat ini &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; berperan sebagai
  energi penyeimbang, sehingga permintaannya tidak hanya ditentukan oleh
  faktor internal industri, tetapi juga oleh dinamika pasar energi
  global secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Di sisi lain, pergerakan harga minyak
  dunia juga masih sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik,
  khususnya di kawasan Timur Tengah. Ketegangan di wilayah tersebut
  berpotensi mengganggu jalur distribusi utama energi global seperti
  Selat Hormuz.&lt;br /&gt;Faktor lain yang turut memengaruhi adalah kebijakan
  produksi dari kelompok negara pengekspor minyak (OPEC+), serta kondisi
  ekonomi global. Perlambatan ekonomi dapat menekan permintaan energi,
  sementara perbaikan pasokan berpotensi menahan kenaikan
  harga.&lt;br /&gt;Bagi Indonesia, fluktuasi harga minyak menghadirkan dampak
  yang beragam. Di satu sisi, terdapat peluang peningkatan penerimaan
  negara dari sektor energi. Namun di sisi lain, sebagai negara yang
  masih mengimpor minyak, kenaikan harga dapat membebani neraca
  perdagangan dan meningkatkan tekanan terhadap subsidi energi.&lt;br /&gt;Tak
  hanya itu, pergerakan harga energi juga berpotensi mendorong inflasi,
  terutama pada sektor transportasi dan energi. Oleh karena itu, respons
  kebijakan pemerintah akan menjadi kunci dalam menjaga stabilitas
  ekonomi domestik di tengah dinamika pasar energi global.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260408/94/1965029/harga-batu-bara-memanas-lagi-diprediksi-bertahan-di-level-tinggi"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Emiten Emas HRTA hingga BRMS Tampung Berkah Reli Harga Logam Mulia</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301385" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301385</id>
    <updated>2026-04-08T07:00:17Z</updated>
    <published>2026-04-08T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Potensi kenaikan lanjutan harga emas mendorong
  emiten Tanah Air yang memiliki bisnis berkaitan dengan komoditas logam
  mulia mengambil ancang-ancang. PT Hartadinata Abadi Tbk. (HRTA) hingga
  PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals Tbk. (BRMS) setidaknya sudah ambil langkah
  maju.&lt;br /&gt;Direktur Investor Relations PT Hartadinata Abadi Tbk.
  (HRTA) Thendra Crisnanda menilai dinamika geopolitik dan ekonomi
  global saat ini telah mempertegas posisi emas sebagai aset lindung
  nilai dalam jangka panjang. Dia turut memprediksi, emas sebagai aset
  safe haven akan terus diburu masyarakat.&lt;br /&gt;”Dalam situasi global
  yang penuh ketidakpastian, seperti konflik geopolitik maupun tekanan
  inflasi, masyarakat cenderung melihat emas sebagai sarana menabung
  nilai yang relatif stabil. Kami melihat minat terhadap kepemilikan
  emas tetap kuat, baik dari masyarakat maupun institusi,” katanya dalam
  keterangan resminya, dikutip Selasa (7/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain
  faktor permintaan masyarakat, tren akumulasi emas oleh   bank sentral
  juga dinilai menunjukkan sinyal yang kuat. BI sendiri   disebut telah
  menambah 7 ton emas ke dalam cadangan nasional sepanjang   2025,
  sehingga total cadangan emas mencapai 85 ton pada akhir
  tahun.&lt;br /&gt;Thendra menyitir target dari Goldman Sachs terhadap harga
  emas senilai US$5.400 per troy ounce pada 2026 dan JP Morgan senilai
  US$6.000 per troy ounce dalam jangka panjang. Thendra menyebut,
  proyeksi itu didasarkan pada permintaan kuat dari bank sentral dan
  institusi di tengah kekhawatiran terhadap penurunan mata uang
  global.&lt;br /&gt;”Dengan kombinasi faktor geopolitik, kebijakan moneter,
  serta momentum permintaan domestik menjelang Ramadhan, emas
  diperkirakan akan tetap menjadi pilihan aset lindung nilai bagi
  masyarakat untuk ditabung dalam jangka panjang,” tegasnya.&lt;br /&gt;Di
  tengah peluang ini, HRTA disebut mengambil fokus pada penguatan
  ekosistem bisnis emas yang terintegrasi, termasuk peningkatan volume
  penjualan emas batangan HRTA Gold, optimalisasi jaringan distribusi
  dan ritel, serta penguatan kemitraan dengan institusi keuangan
  terutama dalam ekosistem bullion bank.  &lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan juga
  akan terus menjaga efisiensi operasional dan disiplin pengelolaan
  biaya untuk mempertahankan profitabilitas,&amp;quot;
  katanya.&lt;br /&gt;Memasuki 2026, Thendra mengatakan peluang HRTA
  menggenjot kinerja keuangannya berasal dari meningkatnya minat
  masyarakat terhadap emas sebagai aset lindung nilai di tengah
  ketidakpastian ekonomi global, serta pengembangan ekosistem bullion
  bank dan permintaan dari institusi keuangan di Indonesia.
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Sementara itu, tantangan yang dihadapi antara lain
  volatilitas harga emas global, dinamika kebijakan moneter
  internasional, serta kondisi geopolitik yang dapat mempengaruhi
  sentimen pasar dalam jangka pendek,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di
  satu sisi, Direktur PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Minerals   Tbk. (BRMS) Herwin Hidayat, turut
  memprediksi kenaikan harga emas   lewat sejumlah lembaga keuangan
  global yang meramal harga emas pada   kisaran US$5.400—US$6.000 per
  troy ounce hingga akhir 2026 atau awal   2027.&lt;br /&gt;“Saat ini, biaya
  operasi BRMS masih ada di kisaran   US$1.700—US$1.800 per troy ounce.
  Mengingat harga emas global saat ini   ada di kisaran
  US$4.600—US$4.700, maka BRMS masih mendapatkan profit   margin yang
  cukup baik,” katanya kepada Bisnis, dikutip Selasa
  (7/4/2026).&lt;br /&gt;Head of Research KISI Sekuritas Muhammad Wafi,
  menilai di tengah potensi kembali berkilaunya harga emas, emiten
  tambang emas Tanah Air dibekali sentimen positif. Pasalnya, kenaikan
  harga jual rata-rata bakal mendorong margin laba naik secara
  signifikan.&lt;br /&gt;Sebaliknya, emiten perhiasan emas justru dinilai
  terdampak negatif lantaran lonjakan harga bahan baku berisiko menekan
  margin dan mengurangi permintaan dari konsumen ritel lantaran harga
  yang terlampau jauh.&lt;br /&gt;”Emiten tambang emas cenderung positif
  karena kenaikan harga jual rata-rata langsung melebarkan margin laba
  secara signifikan. [Sementara] emiten perhiasan emas cenderung negatif
  karena lonjakan harga bahan baku menggerus margin dan berisiko
  menurunkan volume permintaan dari konsumen ritel akibat harga yang
  terlalu tinggi,” katanya kepada Bisnis, Selasa (7/4/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Di tengah kondisi ini, penurunan volume produksi lantaran
  kendala cuaca, operasional, hingga pembengkakan biaya energi menjadi
  risiko utama emiten tambang emas. Belum lagi, volatilitas rupiah turut
  mendorong risiko yang lebih besar bagi emiten ini.&lt;br /&gt;Namun, di
  tengah kenaikan harga energi, Wafi menilai bahwa kompensasi biaya dari
  lonjakan harga emas akan jauh melampaui kenaikan biaya logistik dan
  operasional perusahaan. Dengan kata lain, emiten tambang emas sangat
  diuntungkan dari potensi kenaikan ini.&lt;br /&gt;Wafi merekomendasikan
  saham PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals Tbk. (BRMS) pada target harga Rp880, saham PT Aneka Tambang
  Tbk. (ANTM) pada target harga Rp5.100, dan saham PT Hartadinata Abadi
  Tbk. (HRTA) dengan target Rp2.400 per saham.&lt;br /&gt;Disclaimer: berita
  ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan
  investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak
  bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang
  timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260408/192/1965034/emiten-emas-hrta-hingga-brms-tampung-berkah-reli-harga-logam-mulia"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Kalsel kemarin dari mobil listrik hingga kelola air tambang</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301356" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301356</id>
    <updated>2026-04-08T07:00:13Z</updated>
    <published>2026-04-08T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Tanjung (ANTARA) - Sejumlah berita ekonomi dan  kesra   disiarkan di
  Kalimantan Selatan (Kalsel) pada Selasa (7/4) dari Pemkot Banjarmasin
  uji coba mobil listrik untuk transportasi publik hingga &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; terapkan standar ketat
  kelola air tambang.Berikut rangkuman berita  ekonomi dan kesra   di
  Kalimantan Selatan yang menarik untuk  dibaca ke kembali.1. Pemkot
  Banjarmasin uji coba mobil listrik untuk transportasi
  publikSelengkapnya baca di sini2. Bupati HSU tekankan penanganan
  banjir di RKPD 2026Selengkapnya baca di sini3.Pemkab Banjar E-Monev
  KLA 2026 perkuat komitmen perlindungan anakSelengkapnya baca di sini4.
  Pemkab Tapin perkuat layanan hadapi penilaian OmbudsmanSelengkapnya
  baca di sini5. &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt;
  terapkan standar ketat kelola air tambangSelengkapnya baca di sini&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://kalsel.antaranews.com/berita/513608/kalsel-kemarin-dari-mobil-listrik-hingga-kelola-air-tambang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://kalsel.antaranews.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>PTBA Targetkan Produksi Batu Bara Bisa Tembus 100 Juta Ton di 2030</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301272" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301272</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:50Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) menetapkan target
  jangka panjang untuk menggenjot volume produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;nya. Perusahaan
  memproyeksikan tingkat produksi dapat dilipatgandakan hingga menembus
  angka 100 juta ton pada tahun 2030 mendatang.&lt;br /&gt;Direktur Utama PTBA
  Arsal Ismail menjelaskan bahwa target tersebut merupakan bagian dari
  peta jalan (roadmap) perusahaan untuk mengoptimalisasi sisa cadangan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;. Hal itu
  juga menjadi strategi antisipasi sebelum masa transisi menuju target
  net zero emission (NZE) pada 2060 benar-benar menekan tingkat konsumsi
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  global.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau di tahun 2026 ini kami mengharapkan nanti 50
  juta (ton), kami punya roadmap-nya nanti di tahun paling tidak di
  tahun 2030 atau sudah menjadi 100 juta (ton). Sehingga cadangan kita
  ini nantinya bisa teroptimalisasi dengan baik,&amp;quot; ujar Arsal dalam
  paparan kinerja perseroan, di Jakarta, dikutip Selasa
  (7/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Perusahaan mencatat, saat
  ini cadangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  grup PTBA berada   di kisaran 2,7 miliar ton dengan total sumber daya
  masih di atas 5   miliar ton. Arsal menyadari bahwa seiring
  berjalannya waktu menuju net   zero emission, tren penggunaan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kemungkinan besar
  akan menurun.&lt;br /&gt;Untuk menopang target lonjakan produksi tersebut,
  PTBA saat ini tengah mempercepat penyelesaian proyek infrastruktur
  logistik angkutan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; relasi Tanjung Enim - Kramasan. Proyek tersebut
  ditargetkan mulai beroperasi secara komersial (COD) pada pertengahan
  tahun ini.&lt;br /&gt;Dengan beroperasinya jalur logistik Kramasan,
  kapasitas angkut perusahaan akan meningkat tajam. Meskipun, produksin
  perusahaan tahun ini masih ditahan di kisaran 49,5 juta hingga 50 juta
  ton sesuai persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) dari
  pemerintah, Arsal memastikan angka tersebut akan melesat pada tahun
  berikutnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dengan adanya Kramasan ini insyaallah kalau
  kami jadi di bulan Juni atau Juli ya, kami masih menyesuaikan dulu,
  masih dengan RKAB yang sudah disetujui. Tapi tahun depan udah pasti
  kami akan jauh di atas 50 juta,&amp;quot; tutupnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260407154659-4-724617/ptba-targetkan-produksi-batu-bara-bisa-tembus-100-juta-ton-di-2030"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Tak Cuma China &amp; India, PTBA Punya Pasar Baru Sampai ke Eropa</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301243" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301243</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:47Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;) mengungkapkan pasar
  batu bara perusahaan bukan hanya di wilayah Asia. Sekarang, ekspor
  batu bara dari Indonesia sudah mencapai di wilayah
  Eropa.&lt;br /&gt;Direktur Utama &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; Arsal Ismail bilang,
  strategi diversifikasi ini dilakukan untuk memastikan target penjualan
  ekspor perusahaan tetap tercapai. Beberapa negara di kawasan Asia
  maupun Eropa kini menjadi sasaran baru pemasaran komoditas batu bara
  produksi perusahaan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami juga melakukan diversifikasi
  untuk melakukan pemasaran-pemasaran yang selama ini konsentrasinya
  hanya ke China dan India. Tapi kami juga sudah mengembangkan ke
  Bangladesh, ke Vietnam, ke Korea Selatan dan Filipina,&amp;quot; ujar
  Arsal dalam paparan kinerja perusahaan, dikutip Selasa
  (7/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Selain memperkuat pangsa
  pasar di Asia, Arsal menyebutkan bahwa   perusahaan juga telah mencoba
  menembus pasar Eropa. Meskipun volume   penjualannya belum terlalu
  besar, ekspor ke beberapa negara Eropa   dinilai sebagai langkah untuk
  memperluas jangkauan pembeli global di   masa depan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Dan
  juga kami juga mencoba kemarin ke Eropa,   ini ke Spanyol dan Romania
  tapi tidak banyak karena waktunya yang   memang panjang,&amp;quot;
  jelasnya.&lt;br /&gt;Ekspansi tersebut melengkapi   porsi penjualan batu
  bara &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; yang
  sepanjang tahun   2025 tercatat tumbuh 6% menjadi 45,4 juta ton. Dari
  total volume   penjualan tersebut, perusahaan tetap memprioritaskan
  pemenuhan   kebutuhan domestik sebesar 54%, sementara 46% sisanya
  ditujukan untuk   pasar ekspor.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah ini tentunya semakin
  memperkuat posisi     &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; sebagai pilar
  ketahanan energi nasional sekaligus mencerminkan langkah ekspansi
  perseroan dalam mendukung stabilitas sektor energi dan perekonomian
  Indonesia,&amp;quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260407153818-4-724612/tak-cuma-china-india-ptba-punya-pasar-baru-sampai-ke-eropa"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>74 RibuPerusahan Wajib Lapor Pengelolaan Lingkungan, Ini Alasannya!</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301214" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301214</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:43Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan
  Pengendalian Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq mengatakan sebanyak
  74 ribu unit usaha yang memiliki UKL-UPL (Upaya Pengelolaan Lingkungan
  dan Upaya Pemantauan Lingkungan) dan AMDAL diwajibkan melapor secara
  rutin. Dengan begitu pengawasan bisa tetap dilakukan selama 6 bulan
  sekali, dan disertai aspek-aspek yang dibutuhkan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Melalui
  sistem informasi pelaporan elektronik tersebut kita akan mengembangkan
  pada jangkauan yang lebih jauh melalui dengan dikombinasikan dengan
  penilaian peringkat dari ketaatan lingkungan hidup. Penilaian ini
  tentu sangat luas sehingga pasti akan melibatkan pemerintah
  kabupaten/kota dan pemerintah provinsi,&amp;quot; ujar Hanif dalam
  sambutannya di Anugerah Lingkungan PROPER, Selasa
  (7/4/2026).&lt;br /&gt;Pengawasan lingkungan hidup ini menurutnya bukan
  hanya harus dilakukan oleh pemerintah pusat, melainkan juga oleh
  pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bahkan ada pasal
  yang mengatakan pada saat bupati, walikota bahkan gubernur tidak
  melakukan pengawasan lingkungan hidup, dan terjadi suatu musibah yang
  menyebabkan meninggalnya seseorang, maka kepadanya diancam
  pidana,&amp;quot; ungkapnya.&lt;br /&gt;Untuk itu, ke depannya model-model
  PROPER harus dikembangkan lebih luas, tidak hanya sebatas predikat
  melainkan Langkah nyata. Menurutnya PROPER nantinya akan
  dikombinasikan dengan nilai pengawasan dan penegakan
  hukum.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kami bekerja bareng Komisi 12 DPR RI dan Kementerian
  Lingkungan Hidup kita menargetkan pengawasan yang lebih ketat pada
  kegiatan ekstraksi mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; kata
  Hanif.&lt;br /&gt;Dia menegaskan, bersama Komisi 12 DPR RI akan melakukan
  pengawasan intensif pada 1.358 kegiatan ekstraksi, baik &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, mineral, dan
  tambang lainnya. Langkah ini dilakukan untuk meningkatkan kapasitas
  lingkungan hidup dan menanggulangi pencemaran air.&lt;br /&gt;&amp;quot;Untuk
  itu kami mohon ini dimaklumi dengan sangat, bahwa telah melakukan
  pendetailan terkait dengan aktivitas pada 14 provinsi yang kemudian di
  dalamnya terdapat aktivitas 1.358 unit perusahaan. Maka kepada
  perusahaan tersebut bilamana belum dilengkapi dengan Surat Layak
  Operasi SLO untuk pembuangan air permukaan, kami mohon izin untuk kami
  lakukan pembekuan persetujuan lingkungannya, tegas Hanif.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(rah/rah)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260407153128-4-724607/74-ribuperusahan-wajib-lapor-pengelolaan-lingkungan-ini-alasannya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Sah! PTBA Kantongi Persetujuan Produksi Batu Bara 49,5 Juta Ton 2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301185" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301185</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:41Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam Tbk (PTBA) mendapatkan lampu
  hijau dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) dalam
  Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) tahun 2026. Perusahaan
  menyatakan bahwa usulan target produksi yang diajukan telah disetujui
  sepenuhnya oleh pemerintah sebesar 49,5 juta ton.&lt;br /&gt;Direktur Utama
  PTBA Arsal Ismail mengungkapkan bahwa persetujuan RKAB sudah
  dikantongi sejak awal bulan Maret lalu. Ia menegaskan bahwa
  operasional perusahaan akan berjalan sesuai dengan rencana strategis
  yang telah disusun untuk tahun ini.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bapak, Ibu, kawan-kawan
  sekalian, memasuki tahun 2026 kami juga bersyukur bahwa per tanggal 6
  Maret kemarin RKAB perseroan telah disetujui tanpa adanya pengurangan
  volume yang kami usulkan,&amp;quot; ujar Arsal dalam paparan kinerja
  perusahaan, di Jakarta, dikutip Selasa (7/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Berdasarkan RKAB yang telah disetujui tersebut, PTBA
  menetapkan   target produksi dan penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; hampir mencapai
  50 juta ton. Volume tersebut diharapkan mampu dicapai dengan optimal,
  sejalan dengan penerapan prinsip-prinsip good mining
  practice.&lt;br /&gt;&amp;quot;Berdasarkan RKAB tersebut perseroan menargetkan
  volume produksi dan penjualan ini sekitar hampir 50 jutaan atau 49,5
  juta tapi kami harapkan nanti bisa mencapai 50 dengan fokus strategi
  tentunya pada peningkatan efisiensi serta optimalisasi portofolio
  bisnis,&amp;quot; tambahnya.&lt;br /&gt;Sebagai perbandingan, sepanjang tahun
  2025 lalu, PTBA berhasil memproduksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; sebanyak 47,2
  juta ton atau mengalami peningkatan sekitar 9%. Sementara untuk volume
  penjualan tercatat sebesar 45,4 juta ton dengan porsi mayoritas
  sebesar 54% dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan dalam
  negeri.&lt;br /&gt;&amp;quot;Oleh karena itu, ke depan tahun 2026 ini kami tetap
  optimis dan juga tentunya menjunjung prinsip kehati-hatian,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;Target &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; RI&lt;br /&gt;Untuk sektor &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana memangkas produksi
  pada 2026 menjadi kurang lebih sekitar 600 juta ton. Angka tersebut
  mengalami penurunan sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi
  produksi 2025 sebesar 790 juta ton.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
  mengatakan, pemangkasan target produksi ini ditujukan guna mendorong
  harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; kembali
  naik dan menjaga cadangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; ke depannya.&lt;br /&gt;Menurut dia, Indonesia sendiri menyuplai
  sekitar 514 juta ton &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; atau 43% dari total volume perdagangan dunia yang mencapai
  1,3 miliar ton per tahun. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok
  jatuhnya harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Akibatnya apa supply and demand tidak terjaga,
  artinya harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, Kementerian ESDM sudah
  rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap
  kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan
  tambang kita untuk cucu kita,&amp;quot; ujar Bahlil, dikutip Senin
  (19/1/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260407152534-4-724601/sah-ptba-kantongi-persetujuan-produksi-batu-bara-495-juta-ton-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Soal Air, Menteri LH Perketat Pengawasan 1.538 Perusahaan Tambang</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301156" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301156</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:37Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol
  Nurofiq mengatakan bahwa pihaknya akan memperketat pengawasan terhadap
  kegiatan ekstraksi mineral dan batu bara (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;minerba&lt;/span&gt;) sepanjang tahun
  2026.&lt;br /&gt;Menurut dia, hal tersebut dilakukan sebagai upaya
  meningkatkan perlindungan lingkungan, terutama dari risiko pencemaran
  air akibat aktivitas pertambangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita targetkan
  pengawasan lebih ketat ekstraksi &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;minerba&lt;/span&gt;, di tahun ini kami
  akan awasi intensif kepada 1.538 pada ekstraksi &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;minerba&lt;/span&gt;,&amp;quot; ujar Hanif
  dalam acara Anugerah Lingkungan PROPER 2025, Selasa (7/4/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Hanif mengatakan pengawasan ini nantinya akan
  difokuskan pada 14   provinsi yang memiliki aktivitas pertambangan.
  Adapun, jika perusahaan   belum memiliki Sertifikat Laik Operasi
  (SLO), maka Kementerian LH akan   mempertimbangkan pembekuan izin
  operasional.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi mohon   dimaklumi sangat bahwa kami
  detailkan pada aktivitas di 14 provinsi di   dalamnya ada perusahaan
  tersebut, bila belum ada sertifikasi SLO untuk   pembuangan air, maka
  kami izin pembekuan perusahaannya,&amp;quot; ujarnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260407134956-4-724568/soal-air-menteri-lh-perketat-pengawasan-1538-perusahaan-tambang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Melambung, Pengusaha Batu Bara CS Bakal Kena Windfall Tax!</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301127" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301127</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:34Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Komisi XI DPR mendorong pemerintah untuk
  mulai menerapkan skema windfall tax, di tengah besarnya potensi
  kenaikan harga sejumlah komoditas ekspor andalan Indonesia di pasar
  dunia efek perang Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel di
  kawasan Timur Tengah.&lt;br /&gt;Ketua Komisi XI DPR Mukhamad Misbakhun
  mengatakan, perang itu tidak hanya mendorong kenaikan harga minyak
  mentah dunia yang menjadi salah satu komoditas impor utama Indonesia.
  Melainkan, juga komoditas ekspor utama RI, seperti harga minyak mentah
  kelapa sawit (CPO), nikel, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, alumunium,
  tembaga, emas, kopi, hingga karet.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tentunya kita bisa
  menyiapkan pemerintah untuk skema windfall tax,&amp;quot; kata Misbakhun
  dalam program dalam Squawk Box CNBC Indonesia, Selasa (7/4/2026)&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Misbakhun mengatakan, skema windfall tax yang diterapkan untuk
  memajaki durian runtuh profit eksportir komoditas itu penting sebagai
  penopang penerimaan negara dari sisi pajak.&lt;br /&gt;Terutama karena
  kebutuhan penerimaan negara saat ini makin tinggi untuk mengompensasi
  tekanan belanja negara dari sisi subsidi energi, karena BBM bersubsidi
  seperti Pertalite pemerintah tetapkan tidak naik meski harga minyak
  mentah dunia tengah melambung demi menjaga daya beli
  masyarakat.&lt;br /&gt;&amp;quot;Tentunya ini kan harus dibicarakan bersama
  dengan asosiasi pengusahanya, secara sektoral, secara sebagian bahwa
  pada tingkat harga tertentu yang kapan disebut Windfall dan kapan
  kemudian dikenakan berapa persen. Ini juga menimbulkan potensi di luar
  yang normal,&amp;quot; tutur Misbakhun.&lt;br /&gt;Melalui skema kebijakan
  windfall tax, Kementerian Keuangan kata dia nantinya memiliki ruang
  untuk menjaga defisit APBN tetap dalam batas aman UU Keuangan Negara,
  yakni 3% dari produk domestik bruto (PDB). Ia mengatakan, defisit APBN
  hanya akan bergerak naik 0,2% poin, dari target 2,68% sepanjang tahun
  ini menjadi 2,88%.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah ini tentunya akan memberikan
  penguatan-penguatan kepada penerimaan negara yang bisa meng-offset
  kenaikan dampak kenaikan BBM, kemudian kita tutupi dari penerimaan
  dari sektor yang mengalami lonjakan harga yang biasa kita sebut dengan
  windfall tadi,&amp;quot; papar Misbakhun.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah kalau kita bisa
  mengexercise ini dengan baik, saya yakin akan APBN kita mempunyai daya
  tahan yang lebih kuat dan tidak ada perlu kekhawatiran yang berlebihan
  bahwa kita akan mengharapi tekanan,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Penting dicatat, windfall tax bukanlah istilah baru dalam dunia
  perpajakan. Berdasarkan artikel di website Direktorat Jenderal Pajak
  (DJP) Kementerian Keuangan bertajuk &amp;quot;Windfall Tax: Dampaknya
  terhadap Industri &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;&amp;quot;, windfall tax merupakan bentuk pajak khusus yang
  dikenakan pada pendapatan yang tak terduga atau di luar perkiraan yang
  diperoleh oleh suatu industri atau perusahaan tertentu.&lt;br /&gt;Penerapan
  pajak ini bertujuan untuk mengambil keuntungan yang berlebihan yang
  diperoleh dari perubahan harga komoditas atau situasi pasar yang
  menguntungkan secara tiba-tiba. Dengan mengenakan pajak pada
  keuntungan yang tak terduga ini, pemerintah bisa mendapatkan dana
  tambahan untuk berbagai keperluan pembangunan, infrastruktur, atau
  untuk program sosial.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(arj/mij)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260407112206-4-724469/harga-melambung-pengusaha-batu-bara-cs-bakal-kena-windfall-tax"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Harga Nikel Bertahan di Level US$17 Rib</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301107" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301107</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:30Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Setelah kuota produksi dipangkas, harga nikel dunia naik dan stabil
  di kisaran US$17 ribu.(Dok. MetroTV)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;KEBIJAKAN
  pemerintah menahan laju produksi nikel mulai   menunjukkan dampak
  signifikan. Setelah lama tertekan akibat banjir   pasokan global,
  harga nikel kini berangsur pulih dan stabil di kisaran   US$17 ribu
  per ton.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara     (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;minerba&lt;/span&gt;) Kementerian   ESDM,
  Tri Winarno, menyebut harga sempat melonjak sebelum akhirnya
  menemukan titik keseimbangan baru.&lt;br /&gt;“Harga sempat mencapai
  US$18.600 per ton, kemudian stabil di angka 17-an. Sekarang sekitar
  US$17.200-US$17.400 per ton,” ujar Tri dalam sebuah forum ekonomi di
  Jakarta, Selasa.Baca juga : ESDM Dorong Hilirisasi &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;minerba&lt;/span&gt;, Indonesia Bisa
  Kuasai Pasar Timah dan Nikel Dunia&lt;br /&gt;Kenaikan ini menjadi titik
  balik setelah sebelumnya harga nikel tertahan di kisaran US$14 ribu
  hingga US$15 ribu per ton. Menurut Tri, kondisi tersebut dipicu oleh
  kelebihan pasokan di pasar global.&lt;br /&gt;“Itulah penyebab harga nikel
  dunia tidak mengalami kenaikan, stagnan di angka US$14 ribu-US$15 ribu
  per ton,” jelasnya.&lt;br /&gt;Ia menambahkan, oversupply global saat itu
  diperkirakan mencapai 200 ribu hingga 250 ribu ton, sehingga menekan
  harga dalam jangka cukup panjang.Baca juga : ESDM Dorong Hilirisasi
  hingga Produk Jadi, Begini Respons Pelaku Industri&lt;br /&gt;Perubahan
  mulai terlihat sejak pemerintah Indonesia mengumumkan kebijakan
  pengendalian produksi pada akhir 2025. Langkah tersebut langsung
  direspons pasar dengan penguatan harga.&lt;br /&gt;ESDM berharap kebijakan
  ini bisa menjaga keseimbangan antara pasokan dan permintaan, sekaligus
  memperkuat posisi Indonesia di pasar global.&lt;br /&gt;“65 persen suplai
  nikel dunia berasal dari Indonesia. Karena itu, kami ingin Indonesia
  bisa menjadi pemain yang menentukan harga,” kata Tri.&lt;br /&gt;Sebagai
  bagian dari strategi tersebut, pemerintah juga memangkas kuota
  produksi. Untuk 2026, volume produksi yang telah disetujui berada di
  kisaran 190 juta hingga 200 juta ton.&lt;br /&gt;Sementara itu, total kuota
  produksi ditetapkan sekitar 250 juta hingga 260 juta ton, turun
  signifikan dibandingkan RKAB 2025 yang mencapai 379 juta
  ton.&lt;br /&gt;Langkah ini menandai pergeseran kebijakan pemerintah dari
  sekadar mengejar volume produksi menuju pengendalian pasar. Jika
  konsisten dijalankan, Indonesia berpotensi tidak hanya menjadi
  produsen terbesar, tetapi juga pengendali arah harga nikel dunia. (Ant/Z-10)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/877039/harga-nikel-bertahan-di-level-us17-rib"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://mediaindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan di Tengah Dinamika Global dan Perubahan Iklim</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301100" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301100</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:29Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Mentan Andi Amran Sulaiman.(MI/Naufal Zuhdi)&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;KEMENTERIAN Pertanian bersama Komisi IV DPR RI terus memperkuat
  sinergi dalam menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika
  global, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt;,
  serta dampak perubahan iklim. Upaya ini dilakukan untuk memastikan
  ketersediaan pangan tetap aman, stabil, dan berkelanjutan bagi seluruh
  masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran
  Sulaiman menyampaikan bahwa Indonesia berhasil menunjukkan kinerja
  positif sektor pangan melalui pencapaian swasembada dalam waktu
  relatif singkat.&lt;br /&gt;“Melalui arahan Bapak Presiden, dukungan Komisi
  IV, dan kerja keras seluruh petani, Indonesia telah berhasil mencapai
  swasembada pangan dalam satu tahun. Produksi beras meningkat 4,07 juta
  ton sesuai data BPS atau 13,29%,” ujar Amran pada Rapat Kerja Komisi
  IV DPR RI di Senayan, Selasa (7/4).Baca juga : BRIN dan FAO Perkuat
  Kolaborasi Transformasi Peternakan Berkelanjutan&lt;br /&gt;Ia menambahkan,
  Cadangan Beras Nasional (CBN) per 7 April 2026 pagi tercatat mencapai
  4,6 juta ton, tertinggi sepanjang sejarah. Dengan capaian tersebut,
  kondisi stok beras nasional dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan
  10–11 bulan ke depan, meskipun terdapat potensi gangguan rantai pasok
  global akibat konflik di Timur Tengah, serta prediksi El Nino dalam
  enam bulan ke depan.&lt;br /&gt;Selain beras, ketersediaan pangan strategis
  lainnya seperti bawang merah, bawang putih, cabai, daging
  sapi/kerbau/ayam, telur ayam, serta gula pasir juga dalam kondisi
  cukup.&lt;br /&gt;Kementerian Pertanian, sambung Amran, telah memberikan
  instruksi langkah-langkah strategis dalam menghadapi dampak perubahan
  iklim, khususnya potensi kekeringan pada musim kemarau tahun ini.Baca
  juga : Ilmuwan Ungkap Cara Tanaman 'Berpikir' di Tengah Perubahan
  Iklim&lt;br /&gt;Langkah tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan kekeringan
  berbasis early warning system, optimalisasi pengelolaan air melalui
  rehabilitasi jaringan irigasi, pembangunan embung, serta pemanfaatan
  pompanisasi dan perpipaan.&lt;br /&gt;Selain itu, percepatan tanam,
  penggunaan varietas tahan kekeringan, pengaturan pola tanam, serta
  penguatan koordinasi antara pemerintah daerah dan pemangku kepentingan
  juga menjadi fokus utama.&lt;br /&gt;Di sisi produksi, Kementerian Pertanian
  terus mendorong program prioritas untuk mendukung swasembada pangan
  berkelanjutan, antara lain melalui cetak sawah dan optimasi lahan,
  pengelolaan air dan irigasi, konservasi dan rehabilitasi lahan,
  pembangunan jalan usaha tani, penyediaan benih unggul, alat dan mesin
  pertanian (alsintan), pupuk subsidi, serta penguatan penyuluhan dan
  regenerasi petani.&lt;br /&gt;Untuk mendukung implementasi tersebut,
  pemerintah telah menyiagakan Alat dan Mesin Pertanian (alsintan)
  secara masif. Pada periode 2024–2025 misalnya, sebanyak 171 ribu unit
  alsintan telah disalurkan, dengan target tambahan 37 ribu unit pada
  tahun 2026. Sementara itu, distribusi infrastruktur air mencapai 94
  ribu unit pada periode yang sama, dengan target tambahan 21 ribu unit
  pada tahun 2026.&lt;br /&gt;Dalam rangka mengantisipasi kenaikan harga
  pangan sebagai implikasi dari kenaikan harga BBM akibat &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;krisis energi&lt;/span&gt; global,
  Presiden Prabowo telah menginstruksikan optimalisasi penggunaan bahan
  bakar nabati (biofuel) yang bersumber dari kelapa sawit, tebu, ubi
  kayu, dan jagung.&lt;br /&gt;“Kementerian Pertanian telah menyusun rencana
  implementasi B-50. Insya Allah, tahun ini Indonesia tidak akan impor
  solar sebanyak 5,3 juta ton. Ke depan, pemerintah juga akan
  mengimplementasikan pembangunan pabrik etanol dengan bahan baku dari
  ubi kayu, tebu, dan jagung,” jelasnya.&lt;br /&gt;Dalam kesempatan yang
  sama, Ketua Komisi IV DPR RI, Titiek Soeharto, menegaskan bahwa
  ketahanan pangan saat ini tidak lagi sekadar persoalan produksi,
  tetapi telah menjadi isu strategis yang sangat dipengaruhi oleh
  dinamika geopolitik global dan perubahan iklim yang semakin
  ekstrem.&lt;br /&gt;“Kita dihadapkan pada ancaman nyata perubahan iklim yang
  telah mengganggu pola tanam, meningkatkan risiko gagal panen, serta
  menurunkan produktivitas pertanian dan perikanan. Prediksi terjadinya
  El Nino 2026 menjadi alarm serius bagi kita semua, mengingat
  pengalaman sebelumnya menunjukkan dampak signifikan terhadap penurunan
  produksi pangan nasional, terutama padi,” tutur Titiek.&lt;br /&gt;Ia juga
  menekankan pentingnya intensifikasi lahan sebagai strategi utama
  peningkatan produksi pangan nasional. “Kami sampaikan juga ke Pak
  Menteri supaya kalau mengenai pangan ini, penting untuk melakukan
  intensifikasi lahan pertanian. Bagaimana lahan yang ada ini bisa panen
  dua kali, yang sekali bisa panen dua kali, kemudian yang dua bisa jadi
  tiga,” tegasnya.&lt;br /&gt;“Yang perlu diperhatikan adalah mengenai air,
  pompa air untuk menghadapi kemarau panjang ini perlu diperbanyak,
  kemudian saluran irigasi diperbaiki supaya hasil pertanian kita bisa
  meningkat,” lanjutnya.&lt;br /&gt;Senada dengan Menteri Pertanian, Titiek
  menilai bahwa penguatan ketahanan pangan harus dilakukan secara
  terintegrasi dari hulu hingga hilir dengan pendekatan yang tidak lagi
  business as usual.&lt;br /&gt;“Kita semua sepakat bahwa ketahanan pangan
  adalah fondasi kedaulatan bangsa. Jika pangan terganggu, maka
  stabilitas nasional juga akan ikut terancam,” beber Titiek. (Fal/P-3)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/876991/perkuat-sinergi-ketahanan-pangan-di-tengah-dinamika-global-dan-perubahan-iklim"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://mediaindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>ESDM Dorong Hilirisasi hingga Produk Jadi, Begini Respons Pelaku Industri</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301093" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301093</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:27Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;ilustrasi.(MI)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PEMERINTAH terus mendorong penguatan
  hilirisasi sumber daya alam   agar tidak berhenti pada produk mentah
  maupun setengah jadi, melainkan   hingga menghasilkan produk akhir
  bernilai tambah tinggi.&lt;br /&gt;Direktur   Jenderal Mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt; Kementerian
  Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Tri   Winarno, menegaskan arah
  industrialisasi Indonesia ke depan adalah   mengurangi ekspor bahan
  mentah dan memperkuat industri hilir di dalam
  negeri.&lt;br /&gt;“Industrialisasi yang kita harapkan adalah tidak lagi
  menjual bahan mentah, tetapi menjual produk jadi. Dari komoditas
  mentah bisa naik menjadi produk akhir dengan nilai tambah lebih
  tinggi,” kata Tri di acara “Unlocking Growth in the Middle-Income
  Trap” yang digelar Tutur Media, Selasa (7/4).Baca juga : ESDM Dorong
  Hilirisasi Minerba, Indonesia Bisa Kuasai Pasar Timah dan Nikel
  Dunia&lt;br /&gt;Ia mencontohkan, komoditas seperti karet seharusnya tidak
  lagi dijual dalam bentuk bahan baku, melainkan diolah menjadi produk
  akhir seperti ban. Dengan demikian, fluktuasi harga komoditas dapat
  ditekan dan nilai ekonomi yang diperoleh lebih stabil.&lt;br /&gt;Namun
  demikian, Tri mengakui saat ini Indonesia masih banyak berada pada
  tahap produk antara (intermediate product) dan belum sepenuhnya
  mencapai tahap hilir paling akhir.&lt;br /&gt;Menurutnya, kebijakan larangan
  ekspor bahan mentah yang diatur sejak Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009
  telah berhasil mendorong pembangunan industri pengolahan di dalam
  negeri. Ke depan, pemerintah akan melanjutkan strategi tersebut agar
  industri bergerak lebih dalam hingga menghasilkan produk jadi.Baca
  juga : Harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  Turun ke Rp1,69 Juta per Ton, Tekanan Pasokan Global belum
  Reda&lt;br /&gt;“Industri sudah mulai terbentuk sampai produk antara.
  Sekarang tantangannya bagaimana mendorong hingga ke produk akhir. Ini
  yang terus kita upayakan dengan komunikasi intensif bersama pelaku
  industri,” katanya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Ketua Forum Industri Nikel
  Indonesia, Arif Perdana Kusumah, menilai program hilirisasi nikel
  Indonesia telah menunjukkan kemajuan signifikan sejak dimulai pada
  2014 melalui larangan ekspor bijih nikel.&lt;br /&gt;Ia mengungkapkan,
  kapasitas pengolahan nikel Indonesia telah meningkat hingga sekitar
  1,7 juta ton, sementara produksi mencapai sekitar 2,5 juta ton hingga
  2025. Namun, sebagian besar masih berupa produk antara.&lt;br /&gt;“Sekitar
  90% produk nikel kita masih diekspor dalam bentuk intermediate.
  Kemudian diolah di luar negeri dan kembali ke Indonesia dengan harga
  lebih mahal,” ujarnya.&lt;br /&gt;Arif menegaskan, ke depan Indonesia perlu
  memperkuat hilirisasi agar tidak hanya berhenti di tahap awal, tetapi
  mampu menghasilkan produk akhir di dalam negeri.&lt;br /&gt;Ia sejalan
  dengan pemerintah bahwa langkah tersebut penting untuk memperkuat
  industrialisasi nasional sekaligus meningkatkan nilai tambah dan daya
  saing ekonomi.&lt;br /&gt;“Program hilirisasi harus didorong lebih dalam
  lagi agar kita benar-benar menghasilkan barang jadi di dalam negeri,”
  pungkasnya. (Fal/P-3)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://mediaindonesia.com/ekonomi/876987/esdm-dorong-hilirisasi-hingga-produk-jadi-begini-respons-pelaku-industri"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://mediaindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>BEI Target Evaluasi 11 Kriteria FCA Rampung Kuartal II/2026, Apa Saja yang Diubah?</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301077" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301077</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:26Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – Bursa Efek Indonesia (BEI) sedang melakukan
  evaluasi sistem perdagangan saham di papan pemantauan khusus dengan
  skema full auction (FCA).&lt;br /&gt;FCA adalah sistem perdagangan saham di
  mana transaksi tidak terjadi secara langsung (real-time), tetapi
  dikumpulkan dulu dalam periode tertentu, lalu dieksekusi sekaligus
  pada satu harga kesepakatan (auction price). Mekanisme ini tengah
  mendapat sorotan karena menimbulkan pro dan kontra.&lt;br /&gt;Pejabat
  Sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik berharap proses
  evaluasi ini rampung dalam kuartal II/2026. &amp;quot;Kami harapkan
  demikian,&amp;quot; kata Jeffrey saat ditemui di Kantor BEI, Jakarta,
  Senin (6/4/2026).&lt;br /&gt;Jeffrey mengatakan evaluasi FCA tersebut
  dilakukan BEI usai otoritas bursa sebelumnya berfokus pada penyampaian
  proposal reformasi pasar modal kepada indeks provider global MSCI dan
  FTSE.&lt;br /&gt;&amp;quot;Sedang masuk dalam proses, baru mulai, ini kan baru
  masuk awal kuartal kedua. Sesuai yang kami sampaikan, akan kami
  lakukan ini di kuartal kedua. Saat ini, setelah minggu lalu kita sudah
  menyelesaikan seluruh proposal kita kepada MSCI dan FTSE, tetapi itu
  bukan akhir. Saat ini kami masuk dalam tahap untuk berkomunikasi
  dengan MSCI dengan FTSE, dan juga dengan investor global,&amp;quot;
  tandasnya.&lt;br /&gt;Berdasarkan catatan Bisnis, kritik kencang datang ke
  BEI pada 2024 lalu ketika kebijakan papan pemantauan khusus FCA
  mendera saham PT Barito Renewables Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo
  Pangestu. Saham BREN merupakan saham dengan kapitalisasi pasar
  terbesar di Bursa Efek Indonesia sehingga fluktuasinya akan
  memengaruhi laju IHSG secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Saham BREN disuspensi
  pada 27 Mei 2024, dan suspensi dibuka kembali pada 29 Mei 2024. Dengan
  masa suspensi lebih dari 1 hari perdagangan, maka saham BREN telah
  memenuhi syarat untuk masuk ke PPK FCA, yaitu kriteria 10.&lt;br /&gt;Pada
  kesempatan terpisah, Jeffrey menjelaskan bahwa perubahan pada papan
  pemantauan khusus FCA akan bersifat progresif, walau dirinya enggan
  merinci penyesuaian apa saja yang akan dilakukan BEI dan kriteria apa
  saja yang akan dihilangkan perihal perubahan progresif ini. Jeffrey
  juga menuturkan mekanisme bid and offer dalam papan FCA nantinya akan
  ditambahkan. Adapun, saat ini terdapat 11 kriteria dalam papan
  pemantauan khusus.&lt;br /&gt;“Ada sebagian kriteria yang tidak perlu lagi
  ada di papan pemantauan khusus. Kriterianya akan jauh lebih
  berkurang,” ujar Jeffrey.&lt;br /&gt;Sebelumnya, pengamat pasar modal
  sekaligus Direktur Avere Investama Teguh Hidayat menilai bahwa
  investor publik cukup dirugikan dengan kebijakan FCA. Menurutnya,
  dengan adanya FCA, harga saham bisa turun sampai Rp1 dan hanya
  menguntungkan perusahaan broker.&lt;br /&gt;Teguh tak menampik nilai
  transaksi BEI memang naik sejak adanya kebijakan FCA ini. Akan tetapi,
  menurutnya saat ini dengan nilai transaksi BEI yang meningkat seiring
  ramainya transaksi yang digerakkan saham-saham konglomerat membuat
  papan FCA tidak relevan lagi.&lt;br /&gt;“Tapi kan sekarang nilai transaksi
  Bursa sudah naik. Jadi [FCA] tidak relevan lagi,” ucapnya, Rabu
  (1/4/2026).&lt;br /&gt;Sementara itu, Pengamat Pasar Modal dari Universitas
  Indonesia Budi Frensidy memandang terdapat satu peraturan yang perlu
  dihapuskan, yang menurutnya tidak transparan.&lt;br /&gt;“Penghapusan
  kriteria yang tidak jelas aturannya, alias tidak transparan. Yang
  nomor 11,” ujar Budi.&lt;br /&gt;Sebagai informasi, berikut adalah 11
  kriteria saham yang masuk ke dalam papan pemantauan khusus dengan
  mekanisme FCA;&lt;br /&gt;1. Harga rata-rata saham di Pasar Reguler dan/atau
  Pasar Reguler Periodic Call Auction kurang dari Rp51,00; dan Dalam
  kondisi likuiditas rendah dengan rata-rata harian nilai kurang dari
  Rp5.000.000 dan volume kurang dari 10.000 selama 3 bulan
  terakhir&lt;br /&gt;2. Laporan Keuangan Auditan terakhir mendapatkan opini
  tidak menyatakan pendapat (disclaimer)&lt;br /&gt;3. Tidak membukukan
  pendapatan atau tidak terdapat perubahan pendapatan pada Laporan
  Keuangan Auditan dan/atau Laporan Keuangan Interim terakhir
  dibandingkan dengan laporan keuangan yang disampaikan
  sebelumnya&lt;br /&gt;4. Perusahaan Tercatat yang merupakan perusahaan
  tambang &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;minerba&lt;/span&gt; atau
  induk dari perusahaan tambang &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;minerba&lt;/span&gt; yang belum memperoleh
  pendapatan dari core business hingga tahun buku ke-4 (keempat) sejak
  tercatat di Bursa&lt;br /&gt;5. Memiliki ekuitas negatif pada laporan
  keuangan terakhir&lt;br /&gt;6. Tidak memenuhi persyaratan untuk dapat tetap
  tercatat di Bursa sebagaimana diatur Peraturan Nomor I-A dan I-V
  (terkait Saham Free float), kecuali ketentuan jumlah saham free float
  paling sedikit 50.000.000 untuk Papan Utama dan Papan Pengembangan,
  dan diatas 5% dari jumlah saham tercatat untuk Papan Utama, Papan
  Pengembangan dan Papan Akselerasi&lt;br /&gt;7. Memiliki likuiditas rendah
  dengan kriteria nilai transaksi rata-rata harian saham kurang dari
  Rp5.000.000 dan volume transaksi rata-rata harian saham kurang dari
  10.000 saham selama 3 bulan terakhir di Pasar Reguler dan/atau Pasar
  Reguler Periodic Call Auction&lt;br /&gt;8. Perusahaan Tercatat dalam
  kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau pembatalan perdamaian&lt;br /&gt;9.
  Anak perusahaan yang kontribusi pendapatannya material terhadap
  Perusahaan Tercatat, dalam kondisi dimohonkan PKPU, pailit, atau
  pembatalan perdamaian&lt;br /&gt;10. Dikenakan penghentian sementara
  perdagangan Efek selama lebih dari 1 hari bursa yang disebabkan oleh
  aktivitas perdagangan&lt;br /&gt;11. Kondisi lain yang ditetapkan oleh Bursa
  setelah memperoleh persetujuan atau perintah Otoritas Jasa Keuangan&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260407/7/1964777/bei-target-evaluasi-11-kriteria-fca-rampung-kuartal-ii2026-apa-saja-yang-diubah"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Black Diamond (COAL) Dirikan Anak Usaha Baru, Ekspansi ke Bisnis Pelayaran</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301048" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301048</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:22Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Emiten tambang &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;, PT Black Diamond
  Resources Tbk. (COAL), memperluas lini bisnisnya dengan mendirikan
  entitas anak baru yang bergerak di sektor pelayaran dan logistik
  maritim.&lt;br /&gt;Perseroan mendirikan PT Black Diamond Shipping (BDS)
  pada 29 Maret 2026. Entitas baru ini dibentuk sebagai bagian dari
  strategi diversifikasi usaha sekaligus mendukung kegiatan operasional
  grup, khususnya di sektor transportasi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Berdasarkan
  keterbukaan informasi, pendirian BDS telah dituangkan dalam Akta
  Pendirian No. 10 tertanggal 29 Maret 2026 dan telah memperoleh
  pengesahan dari Kementerian Hukum Republik Indonesia.&lt;br /&gt;Direktur
  Utama COAL Donny Janson Manua menyampaikan bahwa langkah ini menjadi
  bagian dari upaya perseroan dalam memperluas cakupan
  bisnis.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perseroan telah mendirikan Entitas Anak baru
  bernama PT Black Diamond Shipping yang dituangkan dalam Akta Pendirian
  No. 10 tertanggal 29 Maret 2026 dibuat di hadapan Ina Kartika Sari,
  SH., M.KN dan telah disahkan oleh Menteri Hukum Republik Indonesia
  berdasarkan Surat Keputusan No. AHU0025241.AH.01.01.TAHUN 2026 tanggal
  29 Maret 2026,” kata Donny di keterbukaan infromasi, Selasa
  (7/4/2026).&lt;br /&gt;BDS memiliki modal dasar sebesar Rp5 miliar, dengan
  modal ditempatkan dan disetor sebesar Rp2 miliar. Dalam struktur
  kepemilikan, COAL menguasai 99,95% saham atau senilai Rp1,999 miliar
  dari total modal disetor.&lt;br /&gt;Adapun, entitas anak tersebut akan
  fokus pada berbagai kegiatan usaha di sektor maritim, mulai dari
  angkutan laut dalam negeri dan luar negeri, pengelolaan kapal, jasa
  keagenan kapal, hingga penyewaan alat transportasi air.&lt;br /&gt;“Tujuan
  didirikannya BDS adalah untuk memperluas bisnis Grup Perseroan di
  bidang (a) angkutan laut dalam negeri untuk barang umum (50131), (b)
  Angkutan laut dalam negeri untuk barang khusus (50133), (c) Angkutan
  laut luar negeri untuk barang umum (50141), (d) Aktivitas pengelolaan
  kapal (52225), (e) Jasa Keagenan Kapal/ Agen perkapalan perusahaan
  pelayaran (52297), dan (f) Aktivitas Penyewaan dan sewa guna usaha
  tanpa hak opsi alat transportasi air (77312),” tambah
  Donny.&lt;br /&gt;Manajemen menegaskan bahwa pendirian entitas anak ini
  bukan merupakan transaksi afiliasi maupun transaksi material sesuai
  ketentuan regulator.&lt;br /&gt;Selain itu, langkah ekspansi ini juga tidak
  memberikan dampak material terhadap kegiatan operasional, kondisi
  keuangan, maupun kelangsungan usaha perseroan dalam jangka
  pendek.&lt;br /&gt;_______&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan
  mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya
  ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap
  segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260407/192/1964764/black-diamond-coal-dirikan-anak-usaha-baru-ekspansi-ke-bisnis-pelayaran"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>United Tractors (UNTR) Diproyeksi Raup Laba Rp3,2 Triliun pada Kuartal I/2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301019" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5301019</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:18Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Kinerja operasional PT United Tractors Tbk.
  (UNTR) hingga Februari 2026 dinilai masih terjaga kendati menunjukkan
  perlambatan yang dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kendala
  perizinan RKAB hingga faktor musiman Ramadan.&lt;br /&gt;Berdasarkan data
  publikasi UNTR per Februari 2026 Penjualan alat berat Komatsu tercatat
  melemah menjadi 259 unit pada Februari 2026, atau turun 40% secara
  tahunan yang sebesar 435 unit, dan 58% dibandingkan bulan
  sebelumnya.&lt;br /&gt;Meski demikian, secara kumulatif dua bulan pertama
  2026, penjualan mencapai 869 unit atau turun 11% yoy. Angka ini masih
  sejalan dengan target tahunan UNTR sebesar 4.500 unit, setara 19% dari
  target jika dibandingkan dengan rata-rata lima tahun sebesar
  17%.&lt;br /&gt;Penurunan terjadi di hampir semua sektor, terutama
  pertambangan -51% secara bulanan dan kehutanan -89%. Secara year to
  date pangsa pasar Komatsu adalah sebesar 21%.&lt;br /&gt;Analis PT
  Indopremier Sekuritas Reggie Parengkuan mengatakan penurunan kinerja
  ini dipicu oleh sejumlah faktor, mulai dari kendala perizinan Rencana
  Kerja Anggaran Biaya atau RKAB hingga faktor musiman
  Ramadan.&lt;br /&gt;Selain dari alat berat, volume produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; oleh entitas PT
  Pamapersada Nusantara juga mengalami penurunan. Pada Februari 2026,
  produksi tercatat 9,6 juta ton dengan overburden atau OB sebesar 74,3
  juta bcm, masing-masing turun 10% dan 12% secara
  bulanan.&lt;br /&gt;“Penurunan ini dipengaruhi oleh curah hujan yang tinggi
  serta upaya efisiensi biaya dari para penambang,” ujarnya dalam riset
  tertulis dikutip, Selasa (7/4/2026).&lt;br /&gt;Namun demikian secara
  kumulatif sepanjang 2 bulan pertama 2026 produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; mencapai 20 juta
  ton dan OB sebesar 159 juta bcm, turun 7% secara tahunan. Capaian ini
  masih sesuai dengan panduan tahunan perusahaan.&lt;br /&gt;Kinerja anak
  usaha di sektor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; termal dan metalurgi, Tuah Tarangga Agung, juga tercatat
  melemah. Penjualan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; pada Februari 2026 tercatat 1,3 juta ton, turun 15% secara
  bulanan. Penurunan terjadi baik pada &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; termal maupun
  metalurgi.&lt;br /&gt;Sepanjang dua bulan pertama 2026, penjualan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; termal mencapai
  2,3 juta ton atau naik 10% secara tahunan, sementara coking coal hanya
  0,5 juta ton turun 36% secara tahunan. Angka ini masih di bawah target
  tahunan.&lt;br /&gt;“Perlu dicatat, RKAB TTA untuk 2026 disetujui sebesar
  7,5 juta ton, atau hanya separuh dari target awal 15 juta ton. Meski
  demikian, revisi masih berpotensi terjadi pada semester II,”
  lanjutnya.&lt;br /&gt;Dari sektor mineral, penjualan emas relatif stagnan di
  level 1.000 ons pada Februari 2026. Secara kumulatif, penjualan hanya
  mencapai 2.000 ons atau anjlok 95% yoy, jauh dari target
  tahunan.&lt;br /&gt;Kondisi ini disebabkan oleh tambang emas Martabe yang
  masih menunggu proses audit lingkungan. Operasi tambang diperkirakan
  baru dapat kembali berjalan sekitar dua bulan setelah audit
  selesai.&lt;br /&gt;Prospek dan Rekomendasi Saham&lt;br /&gt;Dengan kondisi saat
  ini, Indopremier Sekuritas memperkirakan UNTR membukukan laba bersih
  sekitar Rp3,2 triliun pada Kuartal I/2026, dengan asumsi tidak ada
  tambahan kerugian dari segmen mineral seperti emas dan
  nikel.&lt;br /&gt;Analis mempertahankan rekomendasi Hold untuk saham UNTR
  dengan target harga Rp28.500 per saham. Sentimen positif ke depan
  antara lain berasal dari potensi dimulainya kembali operasi Martabe
  dan pelonggaran persetujuan RKAB.&lt;br /&gt;Selain itu, perusahaan juga
  memperpanjang program buyback saham senilai Rp2 triliun hingga 30 Juni
  2026, dari sebelumnya dijadwalkan berakhir pada 15 April.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260407/189/1964779/united-tractors-untr-diproyeksi-raup-laba-rp32-triliun-pada-kuartal-i2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Adaro terapkan standar ketat kelola air tambang</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300990" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300990</id>
    <updated>2026-04-08T01:00:11Z</updated>
    <published>2026-04-08T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Tanjung (ANTARA) - PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Indonesia menerapkan
  standar ketat dalam pengelolaan air tambang melalui sistem pengolahan
  yang terintegrasi agar  air yang dialirkan kembali ke sungai maupun
  anak sungai  memenuhi standar baku mutu lingkungan.Land Community and
  Mediation (MCM) PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Indonesia, Djoko
  Susilo, mengatakan pengelolaan air tambang menjadi salah satu pilar
  utama dalam operasional berkelanjutan.&amp;quot;Melalui sistem pengolahan
  terintegrasi dan pengawasan teknis yang ketat, perusahaan memastikan
  air permukaan harus memenuhi standar baku mutu lingkungan, bahkan
  melampaui regulasi yang ditetapkan pemerintah,&amp;quot; jelas Djoko,
  Selasa.Mine Services Department Head PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Indonesia, Sofyan Hadi,
  menambahkan pengelolaan air tambang &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; didukung fasilitas 18
  kolam yang berada di Kabupaten Tabalong dan Balangan.“Kami kerja 24
  jam tidak boleh lepas, mau hujan badai, tantangannya seperti itu. Jadi
  tidak boleh terjadi insiden lingkungan maupun insiden terhadap
  personel kami baik mulai level manajemen sampai ke bawah,”  ujar
  Sofyan. &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt;
  mengimplementasikan teknologi pemantauan secara real time guna
  memastikan  semuanya terstandarisasi. Alat tersebut membuat data
  pemantauan terhubung langsung ke server Kementerian Lingkungan Hidup
  (KLH)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Menurut Sofyan, luasnya area operasional
  pertambangan menjadi   tantangan tersendiri dalam memastikan proses
  pengelolaan air tambang   agar berjalan optimal.Sehingga, pihaknya
  dalam menjalankan tugas tim   pengelolaan air harus siap dalam segala
  kondisi cuaca ekstrem seperti   hujan badai.Sebelumnya Persatuan
  Wartawan Indonesia (PWI) Tabalong   melihat langsung   area pengolahan
  air tambang di Setting Pond (SP) 3     &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt;. Pantauan di   lapangan
  rombongan jurnalis  melihat setting pond berair jernih,   bahkan
  berwarna kebiruan.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt; Rombongan juga melihat ke
  titik penasaran di mana keluaran   dinyatakan melebihi baku mutu pemerintah.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://kalsel.antaranews.com/berita/513577/adaro-terapkan-standar-ketat-kelola-air-tambang"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://kalsel.antaranews.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-08T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Dikit Lagi Tuntas, RKAB Batu Bara Sudah Disetujui Hampir 600 Juta Ton</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300936" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300936</id>
    <updated>2026-04-07T07:00:24Z</updated>
    <published>2026-04-07T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral
  (ESDM) mengungkapkan proses persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran
  Biaya (RKAB) untuk perusahaan pertambangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; hampir sepenuhnya
  selesai. Pemerintah saat ini telah menyetujui RKAB &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; mendekati angka
  600 juta ton.&lt;br /&gt;Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba)
  Kementerian ESDM Tri Winarno menjelaskan bahwa proses persetujuan RKAB
  saat ini sudah berada di tahap akhir. Pihaknya tinggal menunggu
  beberapa perusahaan tambang untuk melengkapi kekurangan dokumen
  persyaratan administrasi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Hampir finish. Ya kan ini ada
  beberapa yang belum lengkap dan lain sebagainya, suruh
  lengkap-lengkapin tapi sudah hampir selesai lah,&amp;quot; ujar Tri saat
  ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, dikutip Selasa
  (7/4/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tri memaparkan bahwa
  akumulasi volume persetujuan produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; saat ini terus
  bergerak naik dari angka sebelumnya yang berada di level 580 juta
  ton.&lt;br /&gt;&amp;quot;(Dari 580 juta ton) sudah bergerak, sudah mendekati,
  hampir selesai lah. Ya gitulah kira-kira,&amp;quot;
  tambahnya.&lt;br /&gt;Terkait wacana kebijakan relaksasi atau pelonggaran
  kuota produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; yang sebelumnya disampaikan oleh Menteri ESDM Bahlil
  Lahadalia, Tri membenarkan adanya rencana &amp;quot;relaksasi
  terukur&amp;quot; tersebut. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah belum
  menetapkan mekanisme teknis maupun waktu pelaksanaan revisi RKAB
  tersebut.&lt;br /&gt;Pemerintah sangat berhati-hati dalam menambah kuota
  produksi agar tidak merusak keseimbangan pasar. Menurut Tri,
  penambahan pasokan yang tidak terkendali justru berisiko memicu
  kelebihan pasokan (oversupply) yang pada akhirnya akan menekan harga
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mekanismenya belum. Ini kan supply demand,
  begitu nanti supply-nya over lagi ya pasti turun lagi
  (harganya),&amp;quot; jelas Tri.&lt;br /&gt;Di sisi lain, Tri memastikan bahwa
  alokasi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; untuk
  kebutuhan dalam negeri (Domestic Market Obligation/DMO), khususnya
  bagi pembangkit listrik PT PLN (Persero), dalam kondisi yang sangat
  aman. Ia menyebutkan bahwa proses pengamanan pasokan saat ini sudah
  masuk ke tahap penyelesaian kontrak.&lt;br /&gt;&amp;quot;Insya Allah aman.
  Untuk saat ini ya tinggal kontrak antara PLN sama yang diberikan
  tugas,&amp;quot; pungkasnya.&lt;br /&gt;Target &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;   &lt;br /&gt;Untuk
  sektor &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu   bara&lt;/span&gt;,
  pemerintah berencana memangkas produksi pada 2026 menjadi   kurang
  lebih sekitar 600 juta ton. Angka tersebut mengalami penurunan
  sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi produksi 2025 sebesar 790
  juta ton.&lt;br /&gt;Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil
  Lahadalia mengatakan, pemangkasan target produksi ini ditujukan guna
  mendorong harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; kembali naik dan menjaga cadangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; ke
  depannya.&lt;br /&gt;Menurut dia, Indonesia sendiri menyuplai sekitar 514
  juta ton &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; atau
  43% dari total volume perdagangan dunia yang mencapai 1,3 miliar ton
  per tahun. Kondisi inilah yang menjadi biang kerok jatuhnya harga
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&amp;quot;Akibatnya apa supply and demand tidak terjaga,
  artinya harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  turun. Lewat kesempatan berbahagia ini, Kementerian ESDM sudah
  rapatkan dengan Dirjen Minerba, kita akan lakukan revisi terhadap
  kuota RKAB. Jadi, produksi kita akan turunkan supaya harga bagus dan
  tambang kita untuk cucu kita,&amp;quot; ujar Bahlil, dikutip Senin
  (19/1/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260407100917-4-724437/dikit-lagi-tuntas-rkab-batu-bara-sudah-disetujui-hampir-600-juta-ton"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-07T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Masih Volatil, Deretan Saham Ini Menarik Buat Dilirik</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300907" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300907</id>
    <updated>2026-04-07T07:00:20Z</updated>
    <published>2026-04-07T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Daftar Isi&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Jakarta, CNBC Indonesia -
  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)   ditutup melemah 0,53% ke level
  6.989,43 pada perdagangan Senin (6/4).   Pelemahan ini terjadi di
  tengah aksi jual investor asing serta tekanan   dari sentimen
  global.&lt;br /&gt;Sejumlah saham menjadi penopang pergerakan   indeks, di
  antaranya AMMN yang naik 6,91%, MSIN melesat 16,17%, dan   BUMI
  menguat 6,14%. Sebaliknya, saham DSSA turun 9,34%, BREN melemah
  9,17%, dan BYAN terkoreksi 5,87% sehingga menjadi penekan utama
  IHSG.&lt;br /&gt;Dari sisi aliran dana, investor asing tercatat melakukan
  jual bersih (net sell) sebesar Rp611,26 miliar di pasar reguler dan
  Rp622,92 miliar di seluruh pasar.&lt;br /&gt;Secara sektoral, mayoritas
  sektor berada di zona merah. Sebanyak 8 dari 11 sektor melemah, dengan
  sektor infrastruktur mencatat penurunan terdalam sebesar 0,92%.
  Sementara itu, sektor cyclicals menjadi satu-satunya yang mencatat
  penguatan signifikan, naik 2,26%.&lt;br /&gt;Berbeda dengan pasar domestik,
  bursa saham Amerika Serikat justru ditutup menguat. Indeks Dow Jones
  naik 0,36% ke 46.669, S&amp;amp;P 500 menguat 0,44% ke 6.611, dan Nasdaq
  naik 0,54% ke 21.996. Kenaikan ini ditopang oleh data PMI ISM sektor
  jasa yang menunjukkan ekonomi AS masih berekspansi pada
  Maret.&lt;br /&gt;Namun, sentimen positif dari AS belum mampu mendorong
  pasar Indonesia. IHSG masih dibayangi tekanan dari faktor ekonomi dan
  fiskal, terutama dampak supply shock akibat konflik Iran di sektor
  migas. Hal ini tercermin dari pelemahan ETF EIDO sebesar 1,03% dan
  indeks MSCI Indonesia yang turun 0,61%.&lt;br /&gt;Dari sisi kinerja emiten,
  Dayamitra Telekomunikasi (MTEL) membukukan laba bersih yang relatif
  stabil sebesar Rp2,11 triliun pada 2025, sedikit naik dari Rp2,10
  triliun pada 2024. Pendapatan perusahaan meningkat 2,43% menjadi
  Rp9,53 triliun, didorong oleh bisnis utama penyewaan menara
  telekomunikasi yang menyumbang Rp8,83 triliun.&lt;br /&gt;Meski demikian,
  beban pokok pendapatan MTEL juga meningkat 4,90% menjadi Rp4,72
  triliun. Secara teknikal, saham MTEL berpotensi mengalami rebound
  jangka pendek menuju level Rp630 setelah membentuk pola
  doji.&lt;br /&gt;Sementara itu, Alamtri Resources Indonesia (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) meningkatkan nilai
  buyback saham menjadi Rp5 triliun dari sebelumnya Rp4 triliun. Langkah
  ini diperkirakan hanya memberikan dampak terbatas terhadap laba per
  saham (EPS), yang naik menjadi USD0,016 dari sebelumnya
  USD0,015.&lt;br /&gt;Di sisi lain, ekuitas perusahaan diproyeksikan turun
  menjadi USD4,70 juta dari USD5,00 juta. Manajemen akan meminta
  persetujuan aksi buyback ini dalam RUPS pada 17 April, dengan rencana
  pelaksanaan mulai 18 April selama 12 bulan ke depan.&lt;br /&gt;Secara
  teknikal, saham &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;
  masih bergerak dalam tren bullish namun cenderung sideways, dengan
  kisaran pergerakan di level Rp2.450 hingga Rp2.570.&lt;br /&gt;Rekomendasi
  Saham Hari Ini:&lt;br /&gt;BIPI &lt;br /&gt;Buy 216-220 | TP 228-238 | SL
  202&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;BRPT &lt;br /&gt;Buy 1340-1350
  | TP 1375-1435 | SL 1255&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;BNBR
  &lt;br /&gt;Buy 111-113 | TP 116-119 | SL 107&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;TINS &lt;br /&gt;Buy 3540-3560 | TP 3610-3660 | SL 3340&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;AYAM &lt;br /&gt;Buy 308-312 | TP 318-324 |
  SL 292&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: Segala analisis dan
  rekomendasi saham dalam artikel   ini bersifat informatif sekaligus
  bukan merupakan ajakan untuk membeli   atau menjual saham tertentu.
  &lt;br /&gt;Keputusan berinvestasi sepenuhnya   berada di tangan
  masing-masing investor sesuai dengan profil risiko   dan tujuan
  keuangan pribadi. Selamat berinvestasi secara bijak.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(ayh/ayh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260407082639-17-724396/ihsg-masih-volatil-deretan-saham-ini-menarik-buat-dilirik"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-07T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Asing Kompak Lego 10 Saham Ini Kala IHSG Tinggalkan Level 7.000</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300878" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5300878</id>
    <updated>2026-04-07T07:00:18Z</updated>
    <published>2026-04-07T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pada awal pekan ini, tren koreksi masih
  menghantam Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Indeks ditutup berakhir
  turun 0,53% ke bawah level 7.000 atau tepatnya parkir di posisi
  6.989,43 pada perdagangan Senin (6/4/2026).&lt;br /&gt;Nilai transaksi
  tembus Rp 15,25 triliun, melibatkan 29,21 miliar saham dalam 1,66 juta
  transaksi. Sebanyak 255 saham naik, 412 turun, dan 151 tidak
  bergerak.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Seiring dengan itu, investor
  asing tercatat melakukan pembelian   bersih sebesar Rp622,92 miliar di
  seluruh pasar. Perinciannya, sebesar   Rp611,26 miliar di pasar
  reguler dan sebesar Rp11,66 miliar di pasar   negosiasi dan
  tunai.&lt;br /&gt;Lantas, apa saja saham-saham yang kompak   masuk antrean
  jual asing? Mengutip Stockbit, berikut net foreign sell   perdagangan
  Senin!&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) -
  Rp350,62   miliar&lt;br /&gt;PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) -
  Rp148,96   miliar&lt;br /&gt;PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) - Rp132,94
  miliar&lt;br /&gt;PT     &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk.   (BUMI) - Rp66,64 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals
  Tbk. (BRMS) - Rp58,13 miliar&lt;br /&gt;PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM) -
  Rp52,82 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) -
  Rp51,09 miliar&lt;br /&gt;PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk. (GOTO) - Rp32,50
  miliar&lt;br /&gt;PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) - Rp29,11
  miliar&lt;br /&gt;PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) - Rp20,76 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260407074421-17-724383/asing-kompak-lego-10-saham-ini-kala-ihsg-tinggalkan-level-7000"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-04-07T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
