<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/">
  <title>Ugems Portal</title>
  <link rel="self" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17" />
  <subtitle>Ugems Portal</subtitle>
  <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17</id>
  <updated>2026-07-28T16:03:20Z</updated>
  <dc:date>2026-07-28T16:03:20Z</dc:date>
  <entry>
    <title>Nasib Saham SMGR, TOWR, PTBA hingga PANI usai Keluar dari LQ45, IDX30 &amp;amp IDX80</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333633" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333633</id>
    <updated>2026-07-28T07:00:16Z</updated>
    <published>2026-07-28T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham yang keluar dari indeks utama
  LQ45, IDX30, dan IDX80 mencetak kinerja saham yang beragam.
  Saham-saham tersebut adalah SMGR, TOWR, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;, INTP, PANI, dan SIDO.
  &lt;br /&gt;Berdasarkan data RTI Infokom pukul 10.00 WIB, saham SMGR yang
  keluar dari LQ45 mengalami penguatan 1,72% ke level Rp1.480 per saham.
  &lt;br /&gt;Saham SMGR sendiri telah melemah 43,94% sejak awal tahun, dan
  telah melemah 40,32% selama tiga bulan terakhir. &lt;br /&gt;Lalu saham
  selanjutnya yaitu TOWR. Saham Grup Djarum ini dikeluarkan dalam
  rebalancing LQ45 terbaru. Saham TOWR melemah 0,49% ke level Rp404 per
  saham. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sejak awal tahun, saham TOWR juga berada dalam
  tren pelemahan   sebesar 31,28%, dan melemah 21,18% selama tiga bulan
  terakhir.   &lt;br /&gt;Sementara itu, saham IDX30 yang dikeluarkan adalah
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;. Saham &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; tercatat stagnan pada
  level Rp2.360, tetapi memiliki kecenderungan melemah ke zona merah
  hari ini. &lt;br /&gt;Saham &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; menguat 1,73% sejak awal
  tahun, tetapi melemah 18,97% selama tiga bulan terakhir. &lt;br /&gt;Saham
  selanjutnya adalah INTP yang dikeluarkan dari IDX80. Saham INTP
  bergerak menguat 0,88% ke level Rp4.600 per saham. &lt;br /&gt;Akan tetapi,
  sejak awal tahun saham INTP mengalami pelemahan 38,46%, dan selama
  tiga bulan terakhir juga melemah 16,36%. &lt;br /&gt;Kemudian saham PANI
  milik Aguan yang stagnan pada level Rp6.025 dan bergerak volatil.
  Saham PANI juga tercatat melemah sejak awal tahun sebesar 52,18%, dan
  turun 32,49% selama tiga bulan terakhir. &lt;br /&gt;Adapun saham terakhir
  adalah SIDO, yang turun 0,54% ke zona merah pada level Rp368 per
  saham. &lt;br /&gt;Saham SIDO melemah 31,85% sejak awal tahun, dan turun
  28,54% selama tiga bulan terakhir.&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;Disclaimer: berita
  ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan
  investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak
  bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang
  timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260728/7/1991628/nasib-saham-smgr-towr-ptba-hingga-pani-usai-keluar-dari-lq45-idx30-idx80"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-28T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>BEI Ubah Konstituen LQ45, IDX30 &amp;amp IDX80, Saham DEWA, BFIN hingga NCKL Menghijau</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333626" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333626</id>
    <updated>2026-07-28T07:00:15Z</updated>
    <published>2026-07-28T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak susunan
  konstituen sejumlah indeks saham utama, seperti LQ45, IDX30, hingga
  IDX80. &lt;br /&gt;Dari jajaran saham LQ45, BEI memasukkan dua saham baru,
  yaitu PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;indika energy&lt;/span&gt;
  Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL). Keduanya masuk
  menggantikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Sarana
  Menara Nusantara Tbk. (TOWR).&lt;br /&gt;Sementara pada indeks IDX30, BEI
  memasukkan PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) ke dalam konstituen indeks,
  menggantikan PT Bukit Asam (Persero) Tbk. (PTBA).&lt;br /&gt;Adapun pada
  IDX80, BEI menambahkan PT BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT PP
  London Sumatra Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada
  Tbk. (NCKL). Ketiganya menggantikan PT Indocement Tunggal Prakarsa
  Tbk. (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), serta PT Industri
  Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) yang keluar dari
  indeks.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sejalan dengan pengumuman tersebut pada Senin
  (27/7/2026),   investor tampak telah mengambil posisi pada sejummlah
  saham terkait.   Melansir data Stockbit pukul 09.33 WIB, beberapa
  saham yang masuk ke   dalam indeks utama tersebut bergerak menguat
  pada perdagangan pagi   hari.&lt;br /&gt;Saham PT BFI Finance Indonesia Tbk.
  (BFIN) misalnya,   mengalami kenaikan 5,13% ke Rp820, diikuti PT Darma
  Henwa Tbk. (DEWA)   yang naik 1,81% ke Rp450, dan PT PP London Sumatra
  Indonesia Tbk.   (LSIP) yang naik 1,10% ke Rp1.380.&lt;br /&gt;Hal yang sama
  terjadi pada PT   Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL) yang secara
  istimewa masuk ke dua   indeks utama. Harga saham NCKL per pukul 09.33
  WIB hari ini, naik   1,19% ke Rp850. Hanya saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;indika energy&lt;/span&gt; Tbk. (INDY)
  yang turun 1,52% ke Rp2.590.&lt;br /&gt;Meskipun begitu, evaluasi mayor
  terhadap 3 indeks utama ini nantinya mulai berlaku efektif pada 3
  Agustus—30 Oktober 2026.&lt;br /&gt;Adapun selain melakukan perubahan
  konstituen, BEI juga menyesuaikan jumlah saham yang digunakan dalam
  perhitungan indeks serta bobot masing-masing emiten sesuai hasil
  evaluasi berkala. &lt;br /&gt;Evaluasi mayor terhadap indeks dilakukan
  secara rutin untuk memastikan konstituen tetap merepresentasikan
  saham-saham dengan tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar
  besar, serta memenuhi ketentuan free float yang berlaku.
  &lt;br /&gt;Komposisi baru tersebut akan menjadi acuan bagi pelaku pasar,
  termasuk manajer investasi yang mengelola produk reksa dana indeks
  maupun exchange traded fund (ETF). &lt;br /&gt;Hanya saja, secara kinerja,
  ketiga indeks tersebut masih mencatatkan pelemahan sejak awal
  tahun.&lt;br /&gt;_____&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak
  membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di
  tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala
  kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260728/7/1991611/bei-ubah-konstituen-lq45-idx30-idx80-saham-dewa-bfin-hingga-nckl-menghija"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-28T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Rapor Hijau Saham Baru LQ45, IDX30, IDX80</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333619" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333619</id>
    <updated>2026-07-28T07:00:12Z</updated>
    <published>2026-07-28T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham penghuni baru Indeks LQ45,
  IDX30, dan IDX80 mencatatkan kinerja positif sepanjang 2026 di tengah
  pelemahan indeks Harga saham gabungan (IHSG).&lt;br /&gt;Bursa Efek
  Indonesia (BEI) merombak susunan konstituen sejumlah indeks saham
  utama, yakni LQ45, IDX30, dan IDX80, dalam evaluasi mayor yang akan
  berlaku efektif mulai 3 Agustus hingga 30 Oktober 2026.&lt;br /&gt;Pada
  indeks LQ45, BEI memasukkan dua saham baru, yakni PT Indika Energy
  Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).&lt;br /&gt;Keduanya
  menggantikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Sarana
  Menara Nusantara Tbk. (TOWR) yang dikeluarkan dari indeks berisi 45
  saham paling likuid tersebut.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sementara itu, perubahan
  pada IDX30 hanya melibatkan satu   pergantian konstituen. PT Darma
  Henwa Tbk. (DEWA) resmi masuk ke dalam   indeks menggantikan PT Bukit
  Asam Tbk. (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;Adapun pada
  IDX80, BEI menambahkan tiga emiten baru, yakni PT BFI Finance
  Indonesia Tbk. (BFIN), PT Perkebunan London Sumatra Indonesia Tbk.
  (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).&lt;br /&gt;Ketiganya
  menggantikan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk. (INTP), PT Pantai
  Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), serta PT Industri Jamu dan Farmasi Sido
  Muncul Tbk. (SIDO) yang keluar dari indeks.&lt;br /&gt;Melihat rapornya,
  saham INDY sebagai anggota baru Indeks LQ45 menguat 17,41%
  year-to-date (YtD) ke level Rp2.630. &lt;br /&gt;Sementara itu, saham DEWA
  sebagai penghuni anyar IDX30 masih terkoreksi 34,03% secara YtD.
  Namun, saham DEWA sudah melesat 43,51% dalam sebulan
  terakhir.&lt;br /&gt;Untuk anggota baru IDX80, ketiga saham BFIN naik
  11,43%, LSIP 14,23%, sedangkan NCKL turun 23,33%. &lt;br /&gt;Selain
  melakukan perubahan konstituen, BEI juga menyesuaikan jumlah saham
  yang digunakan dalam perhitungan indeks serta bobot masing-masing
  emiten sesuai hasil evaluasi berkala.&lt;br /&gt;Evaluasi mayor terhadap
  indeks dilakukan secara rutin untuk memastikan konstituen tetap
  merepresentasikan saham-saham dengan tingkat likuiditas tinggi,
  kapitalisasi pasar besar, serta memenuhi ketentuan free float yang
  berlaku.&lt;br /&gt;Komposisi baru tersebut akan menjadi acuan bagi pelaku
  pasar, termasuk manajer investasi yang mengelola produk reksa dana
  indeks maupun exchange traded fund (ETF).&lt;br /&gt;Secara kinerja, ketiga
  indeks tersebut masih mencatatkan pelemahan sejak awal
  tahun.&lt;br /&gt;Hingga penutupan perdagangan Senin (27/7/2026), Indeks
  Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level 6.185,783 atau turun
  28,46% secara year to date (YtD).&lt;br /&gt;Sementara itu, LQ45 terkoreksi
  27,64% ke level 612,558, IDX30 melemah 21,12% ke posisi 344,884,
  sedangkan IDX80 menjadi indeks dengan pelemahan terdalam, yakni 30,53%
  YtD ke level 92,085.&lt;br /&gt;Rapor Kinerja Saham Masuk-Keluar Indeks
  Utama BEI&lt;br /&gt;LQ45&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Masuk: INDY Rp2.630 (Ytd naik
  17,41%)&lt;br /&gt;Keluar: SMGR Rp1.455   (YtD turun 44,89%)&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;IDX30&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Masuk: DEWA Rp442 (YtD turun
  34,03%)&lt;br /&gt;Keluar: &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; Rp2.360 (YtD naik
  2,16%)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;IDX80&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Masuk: BFIN Rp780 (YtD naik
  11,43%), LSIP Rp1.365 (YtD14,23%),   NCKL Rp840 (YtD turun
  25,33%)&lt;br /&gt;Keluar: INTP Rp4.560 (YtD turun   39%), PANI (YtD turun
  52,18%), SIDO Rp370 (YtD turun 31,48%)&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli
  atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan
  pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian
  maupun keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260728/7/1991552/rapor-hijau-saham-baru-lq45-idx30-idx80"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-28T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>IHSG Loyo, Asing Jualan Saham Ini di Sesi 1</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333592" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333592</id>
    <updated>2026-07-28T01:00:16Z</updated>
    <published>2026-07-28T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih
  bergerak di zona merah hingga jeda perdagangan pertama, Senin
  (27/7/2026), di tengah aksi jual investor asing pada saham-saham
  perbankan dan komoditas.&lt;br /&gt;Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG turun 22,49
  poin atau 0,36% ke level 6.173,94. Sepanjang sesi I, indeks sempat
  menyentuh level tertinggi 6.219,42 sebelum akhirnya kehilangan tenaga
  dan kembali melemah.&lt;br /&gt;Nilai transaksi tercatat Rp7,08 triliun
  dengan volume 16,07 miliar saham dalam 1,14 juta kali transaksi.
  Sebanyak 311 saham menguat, 332 saham melemah, dan 322 saham
  stagnan.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing
  membukukan net foreign sell Rp293,41 miliar di seluruh pasar. Nilai
  beli asing mencapai Rp2,17 triliun, sedangkan nilai jual mencapai
  Rp2,47 triliun.&lt;br /&gt;Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham-saham
  berkapitalisasi besar, dipimpin oleh:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Bank Mandiri
  (Persero) Tbk (BMRI) - Rp135,65 miliar&lt;br /&gt;PT   Chandra Asri Pacific
  Tbk (TPIA) - Rp71,46 miliar&lt;br /&gt;PT Buana Lintas   Lautan Tbk (BULL) -
  Rp41,82 miliar&lt;br /&gt;PT Aneka Tambang (Persero) Tbk   (ANTM) - Rp38,52
  miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi
  resources&lt;/span&gt; Tbk (BUMI) -   Rp29,88 miliar&lt;br /&gt;PT Telkom
  Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp25,55   miliar&lt;br /&gt;PT Dian
  Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp23,65   miliar&lt;br /&gt;PT Astra
  International Tbk (ASII) - Rp19,15 miliar&lt;br /&gt;PT     &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;   Minerals
  Tbk (BRMS) - Rp18,36 miliar&lt;br /&gt;PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk   (CUAN)
  - Rp14,77 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di sisi lain, asing masih mengoleksi
  sejumlah saham, antara lain:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Merdeka Gold Resources
  Tbk (EMAS) - Rp116,86 miliar&lt;br /&gt;PT   Bank Central Asia Tbk (BBCA) -
  Rp70,30 miliar&lt;br /&gt;PT Rukun Raharja   Tbk (RAJA) - Rp10,48
  miliar&lt;br /&gt;PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) -   Rp8,42 miliar&lt;br /&gt;PT
  Petrosea Tbk (PTRO) - Rp7,69 miliar&lt;br /&gt;PT   Adaro Andalan Indonesia
  Tbk (AADI) - Rp7,59 miliar&lt;br /&gt;PT Bank Negara   Indonesia (Persero)
  Tbk (BBNI) - Rp6,25 miliar&lt;br /&gt;PT Medco Energi   Internasional Tbk
  (MEDC) - Rp6,17 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka Copper Gold   Tbk (MDKA) -
  Rp5,13 miliar&lt;br /&gt;PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) -   Rp5,02
  miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dari sisi kontributor indeks, saham DCI
  Indonesia (DCII) menjadi   penopang terbesar IHSG dengan kontribusi
  5,33 poin, diikuti Bayan   Resources (BYAN) sebesar 2,30 poin, VKTR
  1,74 poin, INKP 1,57 poin,   serta IMPC 1,36 poin.&lt;br /&gt;Sebaliknya,
  tekanan terbesar terhadap IHSG   berasal dari Telkom Indonesia (TLKM)
  yang memangkas 5,21 poin indeks.   Selanjutnya Barito Renewables
  Energy (BREN) mengurangi 3,49 poin, Mora   Telematika Indonesia (MORA)
  3,11 poin, Bank Mandiri (BMRI) 2,76 poin,   dan Bank Central Asia
  (BBCA) 2,49 poin.&lt;br /&gt;Secara sektoral, hanya   satu sektor yang mampu
  bertahan di zona hijau, yakni konsumer   non-primer yang menguat
  0,39%.&lt;br /&gt;Sementara itu, pelemahan terdalam   terjadi pada sektor
  utilitas yang turun 1,71%, diikuti teknologi   (-0,79%), kesehatan
  (-0,78%), properti (-0,39%), energi (-0,22%),   finansial (-0,22%),
  bahan baku (-0,20%), industri (-0,15%), dan   konsumer primer
  (-0,09%).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260727130934-17-754098/ihsg-loyo-asing-jualan-saham-ini-di-sesi-1"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-28T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>BEI Rombak Saham LQ45, IDX30, IDX80, Cek Selengkapnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333572" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333572</id>
    <updated>2026-07-28T01:00:11Z</updated>
    <published>2026-07-28T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Bursa Efek Indonesia (BEI) merombak susunan
  konstituen sejumlah indeks saham utama, yakni LQ45, IDX30, dan IDX80,
  dalam evaluasi mayor yang akan berlaku efektif mulai 3 Agustus hingga
  30 Oktober 2026.&lt;br /&gt;Pada indeks LQ45, BEI memasukkan dua saham baru,
  yakni PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt; indika energy&lt;/span&gt;
  Tbk. (INDY) dan PT Trimegah Bangun Persada Tbk. (NCKL).&lt;br /&gt;Keduanya
  menggantikan PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. (SMGR) dan PT Sarana
  Menara Nusantara Tbk. (TOWR) yang dikeluarkan dari indeks berisi 45
  saham paling likuid tersebut.&lt;br /&gt;Sementara itu, perubahan pada IDX30
  hanya melibatkan satu pergantian konstituen. PT Darma Henwa Tbk.
  (DEWA) resmi masuk ke dalam indeks menggantikan PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bukit asam&lt;/span&gt; Tbk.
  (PTBA).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Adapun pada IDX80, BEI menambahkan tiga emiten
  baru, yakni PT   BFI Finance Indonesia Tbk. (BFIN), PT Perkebunan
  London Sumatra   Indonesia Tbk. (LSIP), dan PT Trimegah Bangun Persada
  Tbk.   (NCKL).&lt;br /&gt;Ketiganya menggantikan PT Indocement Tunggal
  Prakarsa   Tbk. (INTP), PT Pantai Indah Kapuk Dua Tbk. (PANI), serta
  PT Industri   Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk. (SIDO) yang keluar
  dari   indeks.&lt;br /&gt;Selain melakukan perubahan konstituen, BEI juga
  menyesuaikan jumlah saham yang digunakan dalam perhitungan indeks
  serta bobot masing-masing emiten sesuai hasil evaluasi
  berkala.&lt;br /&gt;Evaluasi mayor terhadap indeks dilakukan secara rutin
  untuk memastikan konstituen tetap merepresentasikan saham-saham dengan
  tingkat likuiditas tinggi, kapitalisasi pasar besar, serta memenuhi
  ketentuan free float yang berlaku.&lt;br /&gt;Komposisi baru tersebut akan
  menjadi acuan bagi pelaku pasar, termasuk manajer investasi yang
  mengelola produk reksa dana indeks maupun exchange traded fund
  (ETF).&lt;br /&gt;Secara kinerja, ketiga indeks tersebut masih mencatatkan
  pelemahan sejak awal tahun.&lt;br /&gt;Hingga penutupan perdagangan Senin
  (27/7/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berada di level
  6.185,783 atau turun 28,46% secara year to date (YtD).&lt;br /&gt;Sementara
  itu, LQ45 terkoreksi 27,64% ke level 612,558, IDX30 melemah 21,12% ke
  posisi 344,884, sedangkan IDX80 menjadi indeks dengan pelemahan
  terdalam, yakni 30,53% YtD ke level 92,085.&lt;br /&gt;Daftar Perubahan
  Indeks Utama BEI&lt;br /&gt;LQ45&lt;br /&gt;Masuk: INDY – PT&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt; indika energy&lt;/span&gt; Tbk., NCKL –
  PT Trimegah Bangun Persada Tbk.&lt;br /&gt;Keluar: SMGR – PT Semen Indonesia
  (Persero) Tbk., TOWR – PT Sarana Menara Nusantara
  Tbk.&lt;br /&gt;IDX30&lt;br /&gt;Masuk: DEWA – PT Darma Henwa
    Tbk.&lt;br /&gt;Keluar:&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;
  ptba&lt;/span&gt; – PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bukit
  asam&lt;/span&gt; (Persero) Tbk.&lt;br /&gt;IDX80&lt;br /&gt;Masuk: BFIN – PT BFI
  Finance Indonesia Tbk., LSIP – PT Perkebunan London Sumatra Indonesia
  Tbk., NCKL – PT Trimegah Bangun Persada Tbk.&lt;br /&gt;Keluar: INTP – PT
  Indocement Tunggal Prakarsa Tbk., PANI – PT Pantai Indah Kapuk Dua
  Tbk., SIDO – PT Industri Jamu dan Farmasi Sido Muncul Tbk.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Disclaimer: berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau
  menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.
  Bisnis.com tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun
  keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260727/7/1991484/bei-rombak-saham-lq45-idx30-idx80-cek-selengkapnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-28T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Daftar Resmi Tarif Listrik PLN per kWh, Berlaku Juli-September 2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333552" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333552</id>
    <updated>2026-07-27T07:06:11Z</updated>
    <published>2026-07-27T07:06:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintah dalam hal ini Kementerian ESDM
  sudah memutuskan untuk tidak menaikkan tarif listrik PLN untuk periode
  Juli-September 2026. Kebijakan itu diambil untuk menjaga stabilitas
  ekonomi nasional di tengah kondisi global yang terus
  berubah.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menjelaskan bahwa
  keputusan tersebut merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam menjaga
  daya beli masyarakat. Selain itu, langkah tersebut diharapkan dapat
  mendukung daya saing industri serta memberikan kepastian bagi para
  pelaku usaha.&lt;br /&gt;&amp;quot;Demi menjaga daya beli masyarakat serta
  mendukung stabilitas ekonomi nasional, pemerintah memutuskan tarif
  listrik Triwulan III Tahun 2026 tetap atau tidak naik,&amp;quot; jelas
  Bahlil dalam keterangan resmi, dikutip Kamis (23/7/2026).&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sesuai dengan Peraturan Menteri ESDM Nomor 7
  Tahun 2024,   penyesuaian tarif (tariff adjustment) bagi 13 golongan
  pelanggan non   subsidi sejatinya dilakukan setiap tiga bulan
  berdasarkan perubahan   empat parameter ekonomi makro, yaitu kurs
  rupiah, Indonesian Crude   Price (ICP), inflasi, dan Harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; Acuan
  (HBA).&lt;br /&gt;Untuk periode kuartal III tahun 2026, parameter yang
  digunakan merupakan realisasi periode Februari-April 2026 yang
  mencatat kurs sebesar Rp16.959,32 per US$, ICP sebesar US$96,12 per
  barel, inflasi 0,21%, dan HBA sebesar US$70 per ton (sesuai kebijakan
  Domestic Market Obligation/ DMO &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;).&lt;br /&gt;Meski
  secara formula terdapat potensi perubahan tarif, pemerintah memutuskan
  untuk mempertahankan tarif listrik guna menjaga stabilitas ekonomi
  nasional.&lt;br /&gt;Bahlil menambahkan, selain untuk pelanggan non subsidi,
  kebijakan ini juga berlaku bagi 24 golongan pelanggan bersubsidi yang
  juga dipastikan tidak mengalami perubahan tarif listrik, seperti
  pelanggan sosial, rumah tangga miskin, bisnis kecil, industri kecil,
  hingga pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah
  (UMKM).&lt;br /&gt;&amp;quot;Pemerintah berkomitmen menghadirkan listrik yang
  andal, terjangkau, dan berkeadilan. Kebijakan tarif tetap ini menjadi
  bagian dari upaya menjaga stabilitas ekonomi sekaligus memastikan
  layanan kelistrikan tetap berkelanjutan,&amp;quot; ucap
  Bahlil.&lt;br /&gt;Berikut daftar tarif listrik untuk 13 pelanggan non
  subsidi selama kuartal III tahun 2026 :&lt;br /&gt;1. Golongan R-1/TR daya
  900 VA, Rp 1.352 per kWh.&lt;br /&gt;2. Golongan R-1/ TR daya 1.300 VA, Rp
  1.445 per kWh.&lt;br /&gt;3. Golongan R-1/ TR daya 2.200 VA, Rp 1.445 per
  kWh.&lt;br /&gt;4. Golongan R-2/ TR daya 3.500-5.500 VA, Rp 1.700 per
  kWh.&lt;br /&gt;5. Golongan R-3/ TR daya 6.600 VA ke atas, Rp 1.700 per
  kWh.&lt;br /&gt;6. Golongan B-2/ TR daya 6.600 VA-200 kVA, Rp 1.445 per
  kWh.&lt;br /&gt;7. Golongan B-3/ Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200
  kVA, Rp 1.122 per kWh.&lt;br /&gt;8. Golongan I-3/ TM daya di atas 200 kVA,
  Rp 1.122 per kWh.&lt;br /&gt;9. Golongan I-4/ Tegangan Tinggi (TT) daya
  30.000 kVA ke atas, Rp 997 per kWh.&lt;br /&gt;10. Golongan P-1/ TR daya
  6.600 VA-200 kVA, Rp 1.700 per kWh.&lt;br /&gt;11. Golongan P-2/ TM daya di
  atas 200 kVA, Rp 1.533 per kWh.&lt;br /&gt;12. Golongan P-3/ TR untuk
  penerangan jalan umum, Rp 1.700 per kWh.&lt;br /&gt;13. Golongan L/ TR, TM,
  TT, Rp 1.645 per kWh.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260727084544-4-753968/daftar-resmi-tarif-listrik-pln-per-kwh-berlaku-juli-september-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-27T07:06:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Prajogo-Hapsoro Makin Mesra, PTRO Kini Jadi Pemegang Saham SINI</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333537" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333537</id>
    <updated>2026-07-27T07:04:10Z</updated>
    <published>2026-07-27T07:04:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Prajogo Pangestu dan Hapsoro makin mesra
  dalam aksi korporasi terbaru yang melibatkan dua perusahaan milik
  mereka. &lt;br /&gt;PT Singaraja Putra Tbk (SINI) mengakuisisi 99,995% saham
  PT Kemilau Mulia Sakti (KMS) dari PT Petrosea Tbk (PTRO) senilai
  Rp1,73 triliun. Kemudian emiten milik Prajogo Pangestu tersebut justru
  masuk menjadi salah satu pemegang saham terbesar SINI.&lt;br /&gt;PTRO
  membeli 239,105 juta saham SINI pada 23 Juli 2026 dengan harga Rp5.000
  per saham. Kepemilikan Petrosea meningkat dari 1,212 juta saham atau
  0,25% menjadi 239,105 juta saham atau setara 19,88%. Mengutip
  keterbukaan informasi, Senin (27/7/2026), transaksi tersebut dilakukan
  untuk tujuan investasi.&lt;br /&gt;Masuknya PTRO terjadi setelah SINI
  menyelesaikan akuisisi 99,995% saham KMS, perusahaan yang sebelumnya
  dimiliki Petrosea. Nilai transaksi mencapai sekitar Rp1,73 triliun,
  dan menjadikan SINI sebagai pemegang saham pengendali KMS. Perseroan
  menyebut akuisisi tersebut dilakukan untuk memperluas bisnis
  pertambangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Tidak hanya PTRO, sejumlah investor lain juga
  menambah kepemilikan di SINI pada hari yang sama. Autum Prima
  Indonesia membeli tambahan 60 juta saham sehingga kepemilikannya
  meningkat dari 30% menjadi 16,99% setelah aksi korporasi
  Perseroan.&lt;br /&gt;Selain itu, Ever Grace International Trading Limited
  masuk sebagai pemegang 90 juta saham atau 7,48%, sedangkan PT Deli
  Indonesia Raya membeli 30 juta saham atau 2,49%.&lt;br /&gt;Rangkaian
  transaksi tersebut berlangsung beriringan dengan penandatanganan
  perjanjian jasa pertambangan antara dua anak usaha SINI, yakni PT
  Pesona Bara Cakrawala (PBC) dan PT Cakrawala Bara Persada (CBP),
  dengan Petrosea.&lt;br /&gt;Dalam perjanjian tersebut, Petrosea akan
  mengerjakan kegiatan pengupasan lapisan penutup dan penambangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; selama umur
  tambang (life of mine). Potensi nilai pekerjaan diperkirakan mencapai
  sekitar Rp57 triliun, terdiri dari sekitar Rp45,57 triliun untuk
  proyek PBC dan Rp11,48 triliun untuk proyek CBP.&lt;br /&gt;Dengan demikian,
  hubungan SINI dan Petrosea tidak hanya sebatas transaksi jual beli
  aset. Setelah melepas KMS, Petrosea tetap memiliki keterkaitan dengan
  SINI sebagai pemegang saham sekaligus mitra operasional melalui
  kontrak jasa pertambangan jangka panjang.&lt;br /&gt;Sebagai informasi,
  berdasarkan laporan Laporan Bulanan Registrasi Pemegang Efek yang
  berakhir pada akhir bulan Juni 2026, ada tiga beneficial owner SINI di
  tingkat individu, yakni Limas Ananto (15,49%), Hendrikus Yulidar Putra
  Karim (30%), dan Hapsoro (9%). &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260727003417-17-753929/prajogo-hapsoro-makin-mesra-ptro-kini-jadi-pemegang-saham-sini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-27T07:04:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Asing Ketahuan Akumulasi Deretan Saham Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333530" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333530</id>
    <updated>2026-07-27T07:02:09Z</updated>
    <published>2026-07-27T07:02:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Meski kembali mencatat aksi jual bersih
  (net sell) sebesar Rp3,38 triliun sepanjang perdagangan 20-24 Juli
  2026, investor asing masih melakukan akumulasi pada sejumlah
  saham.&lt;br /&gt;Berdasarkan data perdagangan, PT Pacific Strategic
  Financial Tbk (APIC) menjadi saham dengan nilai beli bersih (net
  foreign buy) terbesar selama sepekan, yakni mencapai Rp295,7 miliar.
  Sebagai informasi, transaksi dilakukan melalui pasar
  negosiasi.&lt;br /&gt;Posisi berikutnya ditempati PT VKTR Teknologi
  Mobilitas Tbk (VKTR) sebesar Rp290,5 miliar, disusul PT Barito Pacific
  Tbk (BRPT) senilai Rp209,3 miliar.&lt;br /&gt;Sementara itu, PT Aneka
  Tambang (Persero) Tbk (ANTM) menjadi saham dengan net buy asing
  sebesar Rp100 miliar, diikuti PT Petrosea Tbk (PTRO) Rp95,1 miliar, PT
  AKR Corporindo Tbk (AKRA) Rp87,8 miliar, PT Alamtri Resources
  Indonesia Tbk (&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;)
  Rp67 miliar, PT Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) Rp60 miliar, PT
  Indofood CBP Sukses Makmur Tbk (ICBP) Rp57,4 miliar, serta PT Gudang
  Garam Tbk (GGRM) Rp56,5 miliar.&lt;br /&gt;Selengkapnya, berikut daftar 10
  saham dengan net foreign buy terbesar sepanjang 20-24 Juli 2026:&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;PT Pacific Strategic Financial Tbk (APIC) - Rp295,7
  miliar&lt;br /&gt;PT VKTR Teknologi Mobilitas Tbk (VKTR) - Rp290,5
  miliar&lt;br /&gt;PT Barito Pacific Tbk (BRPT) - Rp209,3 miliar&lt;br /&gt;PT
  Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) - Rp100 miliar&lt;br /&gt;PT Petrosea Tbk
  (PTRO) - Rp95,1 miliar&lt;br /&gt;PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) - Rp87,8
  miliar&lt;br /&gt;PT Alamtri Resources Indonesia Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adro&lt;/span&gt;) - Rp67 miliar&lt;br /&gt;PT
  Indofood Sukses Makmur Tbk (INDF) - Rp60 miliar&lt;br /&gt;PT Indofood CBP
  Sukses Makmur Tbk (ICBP) - Rp57,4 miliar&lt;br /&gt;PT Gudang Garam Tbk
  (GGRM) - Rp56,5 miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Di tengah aksi beli
  selektif tersebut, investor asing secara   keseluruhan masih mencatat
  net sell Rp3,38 triliun di pasar reguler   selama sepekan, berbalik
  dari posisi net buy Rp442,05 miliar pada   pekan
  sebelumnya.&lt;br /&gt;Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan   (IHSG)
  masih mampu menguat 0,34% ke level 6.196,43 pada akhir pekan.
  Kenaikan tersebut ditopang oleh meningkatnya aktivitas perdagangan, di
  mana rata-rata nilai transaksi harian melonjak 41,21% menjadi Rp19,76
  triliun, sementara rata-rata volume transaksi harian naik 66,88%
  menjadi 43,68 miliar saham.&lt;br /&gt;Kendati demikian, di balik penguatan
  tipis IHSG sebesar 0,34% sepanjang pekan 20-24 Juli 2026, kondisi
  pasar sebenarnya belum sepenuhnya solid.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa
  Efek Indonesia (BEI), secara jumlah saham terdapat 385 emiten yang
  melemah, lebih banyak dibandingkan 351 saham yang menguat, sedangkan
  229 saham ditutup stagnan.&lt;br /&gt;Jika dilihat dari kapitalisasi pasar,
  sekitar 54% kapitalisasi pasar juga berasal dari saham-saham yang
  terkoreksi, sedangkan saham yang menguat hanya mewakili
  40%.&lt;br /&gt;Kondisi tersebut menunjukkan penguatan IHSG lebih banyak
  ditopang oleh kenaikan sejumlah saham tertentu, sementara tekanan jual
  masih terjadi pada sebagian besar saham, khususnya saham-saham
  berkapitalisasi besar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260727001822-17-753928/asing-ketahuan-akumulasi-deretan-saham-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-27T07:02:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video: Jika Bahlil Tambah Produksi Batu Bara, Devisa Negara Meroket?</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333511" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333511</id>
    <updated>2026-07-27T01:00:09Z</updated>
    <published>2026-07-27T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- Ketua Indonesian Mining and Energy Forum
  (IMEF), Singgih Widagdo mengungkapkan sejumlah dampak positif jika
  pemerintah resmi merevisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB)
  sektor mineral dan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; (minerba) 2026 dengan menambah kuota produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Jika
  produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;
  dikerek hingga 670-700 juta ton dari RKAB 2026 sebesar 600 juta ton
  akan menambah Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) seiring dengan
  naiknya ekspor dan Harga jual &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; saat
  ini.&lt;br /&gt;Namun IMEF mengingatkan pentingnya strategi pengelolaan atas
  relaksasi RKAB Minerba karena terkait dengan kelangsungan penambang.
  IMEF menilai relaksasi ini ditujukan untuk menambah kuota ekspor dan
  menambah devisa negara.&lt;br /&gt;Seperti apa IMEF melihat rencana
  relaksasi RKAB Minerba? Selengkapnya simak dialog Maria Katarina
  dengan Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF), Singgih
  Widagdo dalam Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 23/07/2026)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260723161626-8-753331/video-jika-bahlil-tambah-produksi-batu-bara-devisa-negara-meroket"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-27T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>10 Saham Penopang IHSG Sepekan: MPRO, BUMI hingga DSSA Pimpin Top Leaders</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333475" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333475</id>
    <updated>2026-07-26T07:00:11Z</updated>
    <published>2026-07-26T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah saham terafliasi konglomerat seperti
  MPRO, BUMI hingga DSSA terpantau masuk daftar 10 saham utama yang
  menjadi top leaders atau penggerak IHSG sepanjang pekan ini periode 20
  hingga 24 Juli 2026.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI),
  saham PT Maha Properti Indonesia Tbk. (MPRO) milik Dato Sri Tahir
  menjadi kontributor terbesar penguatan IHSG pekan ini. Saham tersebut
  melesat 45,71% dalam sepekan dan menyumbang 15,29 poin terhadap
  kenaikan IHSG.&lt;br /&gt;Di posisi kedua terdapat saham PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI)
  milik Grup Bakrie. Saham BUMI menguat 14% sepanjang pekan dan
  berkontribusi sebesar 7,72 poin terhadap penguatan
  IHSG.&lt;br /&gt;Kontributor berikutnya adalah saham PT Dian Swastatika
  Sentosa Tbk. (DSSA) milik Grup Sinar Mas. Saham DSSA naik 8,75% dalam
  sepekan dan menopang IHSG sebesar 6 poin.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Tak hanya itu,
  saham PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals   Tbk. (BRMS) juga mencatatkan kenaikan 7,34% sepanjang pekan
  dan   berkontribusi 5,95 poin terhadap penguatan IHSG. Sementara itu,
  saham   PT Multipolar Technology Tbk. (MLPT) milik Grup Lippo melonjak
  51,97%   dan menyumbang 5,74 poin.&lt;br /&gt;Selanjutnya, saham PT Barito
  Renewables   Energy Tbk. (BREN) milik Prajogo Pangestu menguat 3,8%
  dalam sepekan   dan berkontribusi sebesar 5,03 poin terhadap
  IHSG.&lt;br /&gt;Saham PT Mora   Telematika Indonesia Tbk. (MORA) dan PT
  Amman Mineral Internasional   Tbk. (AMMN) turut masuk dalam daftar
  penggerak utama IHSG. Keduanya   masing-masing menguat 3,94% dan
  2,54%, dengan kontribusi sebesar 4,60   poin dan 4,21 poin.&lt;br /&gt;Di
  posisi berikutnya terdapat saham PT   Merdeka Gold Resources Tbk.
  (EMAS) yang menyumbang 4,19 poin terhadap   penguatan IHSG. Saham
  tersebut tercatat menguat 7,86% sepanjang   pekan.&lt;br /&gt;Adapun posisi
  terakhir dalam daftar 10 besar ditempati   saham PT VKTR Teknologi
  Mobilitas Tbk. (VKTR). Saham VKTR naik 9,22%   dalam sepekan dan
  berkontribusi sebesar 4 poin terhadap penguatan   IHSG.&lt;br /&gt;Ditopang
  penguatan saham-saham tersebut, IHSG menutup   perdagangan sepekan
  dengan kenaikan 0,34%.&lt;br /&gt;Sekretaris Perusahaan   BEI Kautsar
  Primadi Nurahmad mengatakan perdagangan saham selama   periode 20–24
  Juli 2026 ditutup dengan kinerja positif yang tercermin   dari
  meningkatnya sejumlah indikator utama
  perdagangan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Peningkatan tertinggi terjadi pada rata-rata
  volume transaksi harian yang naik 66,88% menjadi 43,68 miliar saham,
  dibandingkan 26,17 miliar saham pada pekan sebelumnya,&amp;quot; ujar
  Kautsar dalam keterangannya, Jumat (24/7/2026).&lt;br /&gt;Selain itu,
  rata-rata nilai transaksi harian meningkat 41,21% menjadi Rp19,76
  triliun dari Rp13,99 triliun pada pekan sebelumnya. Rata-rata
  frekuensi transaksi harian juga naik 14,4% menjadi 2,67 juta kali
  transaksi dari 2,33 juta kali transaksi.&lt;br /&gt;Di sisi lain,
  kapitalisasi pasar BEI bertambah 1,13% menjadi Rp10.870 triliun dari
  Rp10.749 triliun pada pekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Sejalan dengan itu,
  Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,34% sepanjang sepekan dan
  ditutup di level 6.196,430, dibandingkan posisi 6.175,535 pada akhir
  pekan sebelumnya.&lt;br /&gt;Meski demikian, investor asing masih membukukan
  aksi jual bersih. Pada perdagangan Jumat (24/7/2026), investor asing
  mencatatkan net sell sebesar Rp1,36 triliun.&lt;br /&gt;Secara kumulatif
  sepanjang 2026, nilai jual bersih investor asing telah mencapai
  Rp79,09 triliun.&lt;br /&gt;Berikut Daftar Top Leaders atau Saham Penopang
  IHSG Sepekan:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Kode&lt;br /&gt;Perubahan
  Harga (%)&lt;br /&gt;MCFF (Rp   triliun)&lt;br /&gt;Kontribusi ke IHSG
  (poin)&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;MPRO&lt;br /&gt;45,71&lt;br /&gt;21,20&lt;br /&gt;15,29&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;BUMI&lt;br /&gt;14,00&lt;br /&gt;27,34&lt;br /&gt;7,72&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;DSSA&lt;br /&gt;8,75&lt;br /&gt;32,46&lt;br /&gt;6,00&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;BRMS&lt;br /&gt;7,34&lt;br /&gt;37,87&lt;br /&gt;5,95&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;MLPT&lt;br /&gt;51,97&lt;br /&gt;7,30&lt;br /&gt;5,74&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;BREN&lt;br /&gt;3,80&lt;br /&gt;59,75&lt;br /&gt;5,03&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;MORA&lt;br /&gt;3,94&lt;br /&gt;52,81&lt;br /&gt;4,60&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;AMMN&lt;br /&gt;2,54&lt;br /&gt;74,03&lt;br /&gt;4,21&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;EMAS&lt;br /&gt;7,86&lt;br /&gt;25,00&lt;br /&gt;4,19&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;VKTR&lt;br /&gt;9,22&lt;br /&gt;20,61&lt;br /&gt;4,00&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260726/7/1991075/10-saham-penopang-ihsg-sepekan-mpro-bumi-hingga-dssa-pimpin-top-leaders"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-26T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Bea Keluar Batu Bara Tak Kunjung Jadi, Purbaya Blak-blakan Ungkap Ini</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333412" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333412</id>
    <updated>2026-07-25T01:00:21Z</updated>
    <published>2026-07-25T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa
  mengungkapkan, penerapan bea keluar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; masih terus
  dibahas antara Kementerian Keuangan dengan Kementerian Energi dan
  Sumber Daya Mineral (ESDM).&lt;br /&gt;Meski penerapan bea keluar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; tak kunjung jadi,
  Purbaya menilai, efeknya ke penerimaan negara tidak akan mengalami
  gangguan. Sebab, harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; ia anggap masih cukup bagus untuk mendongkrak penerimaan
  perpajakan dari sisi bea keluar.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Selain itu, Kementerian ESDM juga ia tegaskan telah memutuskan
  untuk menambah produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; tahun ini dalam revisi Rencana Kerja dan Anggaran Biaya
  (RKAB).&lt;br /&gt;&amp;quot;Masih diskusikan. Yang jelas itu RKAB-nya kan udah
  diatur. Jadi saya masih dapet pendapatan tambahan dari situ,&amp;quot;
  kata Purbaya di kantornya, Jakarta, Jumat
  (24/7/2026).&lt;br /&gt;&amp;quot;Apalagi harga &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; naik kemarin,
  saya masih untung. Yang penting kan untuk saya gini, mengamankan
  anggaran,&amp;quot; tegasnya.&lt;br /&gt;Dengan adanya penyesuaian RKAB yang
  dilakukan Kementerian ESDM demi mendorong produksi industri &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; di dalam negeri,
  Purbaya memastikan setoran penerimaan negara dari sisi bea keluar
  tidak akan mengalami tekanan meski pengenaan bea keluar &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; belum
  dilakukan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kalau RKAB-nya diadjust, aman sih. Kayaknya
  kalau perintah presiden sudah saya lihat RKAB diadjust,&amp;quot;
  paparnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui,
  pemerintah memberikan kesempatan bagi   para pelaku usaha pertambangan
  untuk mengajukan permohonan revisi RKAB   2026.&lt;br /&gt;Batas waktu
  pengajuan tersebut ditetapkan paling lambat   hingga akhir Juli 2026
  guna mempercepat kepastian volume produksi   nasional di semester
  kedua tahun ini.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(arj/arj)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260724144029-4-753612/bea-keluar-batu-bara-tak-kunjung-jadi-purbaya-blak-blakan-ungkap-ini"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-25T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Asing Net Sell Rp759,46 Miliar di Sesi I, Ini Daftar Sahamnya</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333383" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333383</id>
    <updated>2026-07-25T01:00:18Z</updated>
    <published>2026-07-25T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tertekan
  dalam pada perdagangan sesi I Jumat (24/7/2026), di tengah derasnya
  aksi jual investor pada saham-saham berkapitalisasi besar (big
  caps).&lt;br /&gt;Hingga akhir perdagangan sesi pertama, IHSG anjlok 1,75%
  ke level 6.204,63. Dari seluruh saham yang diperdagangkan, sebanyak
  594 saham melemah, hanya 80 saham menguat, sementara 115 saham
  bergerak stagnan. Nilai transaksi tercatat mencapai Rp10,51 triliun
  dengan volume perdagangan 24,61 miliar saham dalam 1,46 juta kali
  transaksi.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Pelemahan indeks turut
  dibayangi sentimen eksternal, mulai dari   lonjakan harga minyak dunia
  di atas US$100 per barel akibat memanasnya   konflik di Timur Tengah,
  hingga pemberlakuan tarif impor baru Presiden   AS Donald Trump
  sebesar 10%-12,5% terhadap 60 mitra dagang, termasuk   Indonesia.
  Seluruh sektor saham kompak melemah, dengan saham-saham   bank jumbo
  serta emiten seperti BMRI, AMMN, BREN, BRPT, BRMS, dan BUMI   menjadi
  pemberat utama kinerja IHSG hari ini.&lt;br /&gt;Baca: Tertekan Aksi   Jual,
  IHSG Sesi I Terkoreksi 1,75% ke Level 6.204&lt;br /&gt;Berdasarkan   data
  Stockbit Sekuritas, di tengah pelemahan indeks tersebut, investor
  asing turut membukukan aksi jual bersih (net foreign sell) sebesar
  Rp759,46 miliar di seluruh pasar (all market) sepanjang sesi I hari
  ini.&lt;br /&gt;Secara keseluruhan, nilai transaksi asing pada sesi I
  tercatat mencapai Rp6,54 triliun, dengan rincian foreign buy sebesar
  Rp2,89 triliun dan foreign sell Rp3,65 triliun.&lt;br /&gt;Aksi jual asing
  terbesar terjadi pada saham perbankan pelat merah, PT Bank Mandiri
  (Persero) Tbk. (BMRI), dengan nilai mencapai Rp386,06 miliar. Di
  posisi berikutnya terdapat PT&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;
    bumi resources&lt;/span&gt; Tbk. (BUMI) yang dilepas asing senilai
  Rp142,89 miliar, disusul PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) sebesar
  Rp123,37 miliar.&lt;br /&gt;Selain itu, investor asing juga tercatat
  melakukan aksi jual pada PT Chandra Asri Pacific Tbk. (TPIA) sebesar
  Rp113,07 miliar, PT Petrosea Tbk. (PTRO) Rp55,68 miliar, PT Amman
  Mineral Internasional Tbk. (AMMN) Rp43,90 miliar, serta PT Darma Henwa
  Tbk. (DEWA) Rp43,49 miliar.&lt;br /&gt;Tekanan jual juga terlihat pada PT
  Timah Tbk. (TINS) sebesar Rp30,17 miliar, PT Energi Mega Persada Tbk.
  (ENRG) Rp26,34 miliar, dan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA)
  Rp25,73 miliar.&lt;br /&gt;Di tengah derasnya aksi jual asing, sejumlah
  saham masih menjadi incaran investor global. PT Bank Rakyat Indonesia
  (Persero) Tbk. (BBRI) menjadi saham yang paling banyak dikoleksi asing
  dengan nilai pembelian bersih mencapai Rp176,97 miliar - jauh
  melampaui saham lainnya.&lt;br /&gt;Selanjutnya, asing juga memborong PT
  Astra International Tbk. (ASII) senilai Rp36,34 miliar, PT Bank
  Central Asia Tbk. (BBCA) Rp34,17 miliar, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTM)
  Rp13,42 miliar, PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO) Rp11,06
  miliar, serta PT &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt;
  Andalan Indonesia Tbk. (AADI) Rp10,22 miliar.&lt;br /&gt;Berikut daftar net
  foreign buy dan net foreign sell investor asing pada perdagangan sesi
  I Jumat (24/7/2026).&lt;br /&gt;Net Foreign Buy&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Bank Rakyat
  Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) - Rp176,97   miliar&lt;br /&gt;PT Astra
  International Tbk. (ASII) - Rp36,34   miliar&lt;br /&gt;PT Bank Central Asia
  Tbk. (BBCA) - Rp34,17 miliar&lt;br /&gt;PT   Aneka Tambang Tbk. (ANTM) -
  Rp13,42 miliar&lt;br /&gt;PT Alamtri Resources   Indonesia Tbk. (ADRO) -
  Rp11,06 miliar&lt;br /&gt;PT &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;adaro&lt;/span&gt; Andalan Indonesia Tbk.
  (AADI) - Rp10,22 miliar&lt;br /&gt;PT Indo Tambangraya Megah Tbk. (ITMG) -
  Rp9,28 miliar&lt;br /&gt;PT Erajaya Swasembada Tbk. (ERAA) - Rp7,62
  miliar&lt;br /&gt;PT Bakrie &amp;amp; Brothers Tbk. (BNBR) - Rp6,93
  miliar&lt;br /&gt;PT AKR Corporindo Tbk. (AKRA) - Rp5,71 miliar&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Net Foreign Sell&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.
  (BMRI) - Rp386,06     miliar&lt;br /&gt;PT&lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt; bumi   resources&lt;/span&gt; Tbk.
  (BUMI) - Rp142,89 miliar&lt;br /&gt;PT Petrindo Jaya   Kreasi Tbk. (CUAN) -
  Rp123,37 miliar&lt;br /&gt;PT Chandra Asri Pacific Tbk.   (TPIA) - Rp113,07
  miliar&lt;br /&gt;PT Petrosea Tbk. (PTRO) - Rp55,68   miliar&lt;br /&gt;PT Amman
  Mineral Internasional Tbk. (AMMN) - Rp43,90   miliar&lt;br /&gt;PT Darma
  Henwa Tbk. (DEWA) - Rp43,49 miliar&lt;br /&gt;PT Timah   Tbk. (TINS) -
  Rp30,17 miliar&lt;br /&gt;PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG) -   Rp26,34
  miliar&lt;br /&gt;PT Dian Swastatika Sentosa Tbk. (DSSA) - Rp25,73
  miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(fsd/fsd)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260724132831-17-753577/asing-net-sell-rp75946-miliar-di-sesi-i-ini-daftar-sahamnya"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-25T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>FORU Kantongi Restu Rights Issue Rp27,1 Triliun dan Akuisisi Borneo Prima</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333363" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333363</id>
    <updated>2026-07-25T01:00:16Z</updated>
    <published>2026-07-25T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — PT Fortune Indonesia Tbk. (FORU) memperoleh
  restu pemegang saham untuk menggelar penambahan modal dengan hak
  memesan efek terlebih dahulu (PMHMETD) atau rights issue senilai
  Rp27,1 triliun. &lt;br /&gt;Persetujuan tersebut menjadi bagian dari
  transformasi perseroan menjadi perusahaan induk (holding) pertambangan
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; melalui
  akuisisi PT Borneo Prima (BP).&lt;br /&gt;Berdasarkan hasil Rapat Umum
  Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang digelar pada 22 Juli 2026,
  pemegang saham menyetujui peningkatan modal dasar menjadi maksimal
  Rp50 triliun serta peningkatan modal ditempatkan dan disetor melalui
  PMHMETD I. &lt;br /&gt;&amp;quot;RUPS juga memberikan kewenangan kepada direksi
  untuk menetapkan jumlah saham yang diterbitkan, harga pelaksanaan
  rights issue, rasio HMETD, jadwal pelaksanaan, hingga penggunaan dana
  hasil aksi korporasi tersebut&amp;quot; papar manajemen FORU dalam
  keterbukaan informasi, Jumat (24/7/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Perseroan sebelumnya mengungkapkan akan menerbitkan
  sebanyak-banyaknya 215,09 miliar saham baru dengan nilai nominal Rp100
  per saham dan harga pelaksanaan Rp126 per saham. Dengan asumsi seluruh
  saham baru terserap, FORU berpotensi menghimpun dana sekitar Rp27,10
  triliun.&lt;br /&gt;Dari total dana tersebut, sekitar 76,81% atau senilai
  Rp20,82 triliun akan digunakan untuk memperoleh 49% saham PT Borneo
  Prima milik IMR Asia Holding Pte. Ltd. melalui mekanisme penyetoran
  modal dalam bentuk selain uang (inbreng). &lt;br /&gt;Langkah tersebut
  merupakan bagian dari restrukturisasi yang akan mengubah Fortune
  Indonesia menjadi holding pengembangan usaha pertambangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Sejalan
  dengan rencana tersebut, pemegang saham dalam RUPS juga menyetujui
  perubahan kegiatan usaha FORU dari bisnis media dan percetakan yang
  dijalankan melalui entitas anak menjadi aktivitas perusahaan holding.
  &lt;br /&gt;Selain itu, RUPS menyetujui studi kelayakan yang disusun KJPP
  Kusnanto &amp;amp; Rekan serta perubahan anggaran dasar perseroan untuk
  menyesuaikan perubahan kegiatan usaha tersebut.&lt;br /&gt;Pada agenda
  ketiga, pemegang saham turut menyetujui penerimaan pengalihan 10.780
  saham Seri A atau setara 49% kepemilikan PT Borneo Prima milik IMR
  Asia Holding Pte. Ltd. melalui mekanisme inbreng.
  &lt;br /&gt;&amp;quot;Transaksi tersebut menjadi bagian dari pelaksanaan rights
  issue sekaligus transformasi bisnis FORU ke sektor pertambangan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;,&amp;quot; imbuh
  manajemen FORU.&lt;br /&gt;Adapun sisa dana yang diperoleh dari pelaksanaan
  HMETD oleh pemegang saham publik akan disalurkan dalam bentuk pinjaman
  kepada PT Borneo Prima. &lt;br /&gt;Dana tersebut akan digunakan untuk
  memenuhi kebutuhan modal kerja, terutama guna mendukung aktivitas
  operasional pertambangan dan produksi.&lt;br /&gt;Seluruh mata acara RUPSLB
  disetujui pemegang saham independen. Sebanyak 67.702.300 saham
  memberikan suara setuju, tidak terdapat suara penolakan, dan 18.500
  saham menyatakan abstain.&lt;br /&gt;Rapat dihadiri pemegang saham
  independen yang mewakili 67.720.800 saham atau 62,77% dari total saham
  independen yang memiliki hak suara.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Disclaimer: berita
  ini tidak bertujuan mengajak membeli atau   menjual saham. Keputusan
  investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca.   Bisnis.com tidak
  bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun   keuntungan yang
  timbul dari keputusan investasi pembaca.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260724/192/1990872/foru-kantongi-restu-rights-issue-rp271-triliun-dan-akuisisi-borneo-prima"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-25T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Lima Teknologi Kereta di RI, Ada Whoosh 350 Km/Jam</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333347" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333347</id>
    <updated>2026-07-25T01:00:13Z</updated>
    <published>2026-07-25T01:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta - Lima teknologi canggih dioperasikan PT Kereta Api Indonesia
  (Persero) dalam ekosistem perkeretaapian di tanah air. Mulai dari
  lokomotif diesel, kereta rel listrik atau KRL, kereta rel diesel dan
  listrik atau, LRT dengan sistem operasi otomatis, hingga kereta cepat
  dengan kecepatan operasional 350 kilometer per jam.Keberagaman
  teknologi tersebut mendukung KAI Group dalam melayani 258.993.359
  pelanggan sepanjang Semester I 2026. Pada periode yang sama, KAI juga
  melayani 32.498.043 ton barang, terdiri atas 26.534.095 ton &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dan 5.963.948 ton
  komoditas non-&lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt;.Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba
  mengatakan, setiap teknologi memiliki karakter operasional, sumber
  tenaga, sistem pengendalian, serta pola perawatan yang
  berbeda.&lt;br /&gt;&amp;quot;Perbedaan teknologi tersebut dikelola melalui
  standar keselamatan, keandalan, kompetensi pekerja, dan disiplin
  operasi yang konsisten. Tujuannya sama, yaitu memastikan setiap
  perjalanan berlangsung aman, tepat waktu, andal, dan nyaman bagi
  pelanggan,&amp;quot; ujar Anne dalam keterangan tertulis, Jumat
  (24/7/2026).Apa saja teknologi yang dioperasikan KAI? Berikut ini
  rangkumannya:1. Lokomotif DieselTeknologi lokomotif diesel menjadi
  penggerak utama layanan kereta api antarkota, lokal, wisata, dan
  barang. Pada Semester I 2026, layanan KA Jarak Jauh dan Lokal KAI
  melayani 29.858.267 pelanggan, meningkat 8,72% dibandingkan Semester I
  2025 sebanyak 27.463.555 pelanggan.Lokomotif diesel juga mendukung
  distribusi berbagai komoditas melalui layanan kereta api barang di
  Jawa dan Sumatra. Sepanjang Semester I 2026, KAI melayani 32,50 juta
  ton barang untuk mendukung rantai pasok sektor energi, industri,
  perkebunan, peti kemas, bahan bakar minyak, semen, dan komoditas
  lainnya.Pada segmen wisata, KAI Wisata melayani 164.743 pelanggan,
  meningkat 64,45% dibandingkan 100.176 pelanggan pada periode yang sama
  tahun sebelumnya. Peningkatan tersebut didukung beragam pilihan
  perjalanan, mulai dari kereta wisata, kereta panoramic, kereta
  istimewa, hingga layanan perjalanan berbasis kereta api lainnya.2.
  KRLUntuk mobilitas perkotaan, teknologi KRL dan sarana commuter
  mendukung KAI Commuter dalam melayani 204.151.200 pelanggan, meningkat
  6,58% dibandingkan Semester I 2025 sebanyak 191.540.583
  pelanggan.Layanan tersebut menjadi penyumbang volume pelanggan
  terbesar KAI Group dengan cakupan Jabodetabek, Bandung,
  Yogyakarta-Solo, Surabaya, Merak-Rangkasbitung, serta sejumlah wilayah
  lainnya.3. KRDESementara itu, teknologi kereta rel diesel dan listrik
  (KRDE) mendukung layanan regional dan konektivitas bandara. KAI
  Bandara melayani 3.482.897 pelanggan, meningkat 0,99% dibandingkan
  3.448.622 pelanggan pada Semester I 2025. KA Makassar-Parepare
  melayani 172.011 pelanggan, meningkat 15,42% dibandingkan 149.035
  pelanggan.4. Operasi OtomatisPada teknologi operasi otomatis, LRT
  Jabodebek menggunakan sistem persinyalan berbasis komunikasi dengan
  tingkat otomatisasi Grade of Automation 3 atau GoA3. Sistem tersebut
  memungkinkan pengaturan kecepatan, jarak antarrangkaian,
  pemberhentian, serta perjalanan dilakukan secara otomatis dan dipantau
  melalui pusat kendali operasi.Sepanjang Semester I 2026, LRT Jabodebek
  melayani 16.018.911 pelanggan, meningkat 22,84% dibandingkan periode
  yang sama pada 2025 sebanyak 13.040.403 pelanggan. Adapun LRT Sumsel
  melayani 2.206.496 pelanggan pada periode yang sama.5. Kereta
  CepatPada layanan berkecepatan tinggi, kereta cepat atau dikenal
  dengan Whoosh menggunakan rangkaian yang memiliki kecepatan
  operasional hingga 350 kilometer per jam. Sepanjang Semester I 2026,
  Whoosh melayani 2.938.834 pelanggan, meningkat 0,08% dibandingkan
  2.936.578 pelanggan pada Semester I 2025. Anne mengatakan, capaian
  tersebut menunjukkan setiap teknologi memiliki peran sesuai karakter
  mobilitas masyarakat.&lt;br /&gt;(hal/hns)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-8589184/lima-teknologi-kereta-di-ri-ada-whoosh-350-km-jam"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://finance.detik.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-25T01:00:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Penjualan Batu Bara PTBA Capai 21,10 Juta Ton di Semester I-2026</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333293" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333293</id>
    <updated>2026-07-24T07:08:04Z</updated>
    <published>2026-07-24T07:08:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - PT Bukit Asam (Persero) Tbk (&lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;), anggota Holding BUMN
  Pertambangan MIND ID, mencatatkan kinerja operasional yang positif
  sepanjang Semester I 2026.&lt;br /&gt;Di tengah kondisi pasar batu bara yang
  masih kondusif serta harga yang lebih baik dibandingkan tahun
  sebelumnya, Perseroan terus menjaga keandalan operasional, memperkuat
  rantai pasok, dan mengoptimalkan pemenuhan kebutuhan pasar domestik
  maupun ekspor.&lt;br /&gt;Tercatat, sepanjang Semester I 2026, capaian
  volume produksi batu bara sebesar 19,45 juta ton dan didukung level
  persediaan yang optimal, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; berhasil merealisasikan
  penjualan sebanyak 21,10 juta ton.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Direktur Utama &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt;, Bambang Ismawan
  mengatakan kinerja operasional pada periode ini mencerminkan komitmen
  Perusahaan dalam menjaga kesinambungan produksi dan pasokan batu bara
  kepada pelanggan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Pencapaian ini menjadi pondasi penting
  bagi Perseroan untuk terus menciptakan nilai tambah bagi seluruh
  pemangku kepentingan,&amp;quot; jelas Bambang dalam siaran persnya, Jumat
  (24/7/2026)&lt;br /&gt;Hingga semester I 2026, penjualan domestik tercatat
  10,77 juta ton atau sekitar 51% dari total penjualan, sedangkan
  penjualan ekspor mencapai 10,33 juta ton atau 49%. Penjualan ekspor
  meningkat sekitar 5% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,
  didukung permintaan yang tetap kuat dari sejumlah negara tujuan
  seperti Vietnam, Bangladesh, Kamboja, India, hingga
  Thailand.&lt;br /&gt;Namun demikian, Bambang menegaskan bahwa pemenuhan
  kebutuhan pasar domestik tetap menjadi prioritas Perseroan, termasuk
  untuk mendukung ketahanan energi nasional. Hingga Semester I 2026,
  penjualan kepada Grup PLN mencapai 7,78 juta ton. &lt;br /&gt;Secara
  keseluruhan, realisasi penjualan untuk kebutuhan Domestic Market
  Obligation (DMO) mencapai sekitar 55% dari total produksi, atau telah
  melampaui ketentuan minimal DMO sebesar 25% yang ditetapkan
  pemerintah. Hal ini menunjukkan komitmen &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; dalam menjaga pasokan
  batu bara bagi kebutuhan energi nasional, sembari tetap mengoptimalkan
  peluang di pasar ekspor.&lt;br /&gt;Dari sisi angkutan, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; berhasil mengangkut
  18,15 juta ton batu bara hingga Juni 2026. Volume angkutan melalui
  jalur kereta api mencapai 17,47 juta ton, mencerminkan dukungan
  infrastruktur logistik yang andal terhadap kelancaran distribusi batu
  bara Perseroan.&lt;br /&gt;Bambang menambahkan, Perseroan juga terus
  menerapkan selective mining untuk menjaga efektivitas kegiatan
  penambangan. Hingga Semester I 2026, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; membukukan stripping
  ratio sebesar 5,26x, sehingga masih berada dalam kisaran target
  tahunan Perseroan sebesar 5,63x.&lt;br /&gt;Untuk mendukung keberlanjutan
  operasional dan pengembangan usaha, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; terus merealisasikan
  belanja modal (capital expenditure/capex) yang dialokasikan untuk
  pengembangan infrastruktur logistik, termasuk proyek angkutan batu
  bara Tanjung Enim-Kramasan serta pembangunan Inpit Conveyor Banko,
  guna meningkatkan kinerja operasional Perseroan secara
  berkelanjutan.&lt;br /&gt;&amp;quot;Memasuki Semester II 2026, &lt;span
  style="background-color: yellow;"&gt;ptba&lt;/span&gt; akan terus memperkuat
  keandalan operasional, menjaga efisiensi biaya, mengoptimalkan pasar
  domestik maupun ekspor, serta melanjutkan berbagai proyek strategis
  guna mendukung pertumbuhan Perseroan secara berkelanjutan di tengah
  dinamika industri batu bara global.,&amp;quot; tutup Bambang.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260724101555-4-753508/penjualan-batu-bara-ptba-capai-2110-juta-ton-di-semester-i-2026"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-24T07:08:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Wakil Ketua MPR RI: Transisi Energi Bukan Pilihan Tapi Keniscayaan</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333273" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333273</id>
    <updated>2026-07-24T07:06:27Z</updated>
    <published>2026-07-24T07:06:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat
  (MPR) RI Eddy Poernomo menilai program transisi energi bukan lagi
  hanya pilihan, melainkan sebuah upaya yang harus dihadapi untuk
  menjaga keberlanjutan ekonomi nasional. Hal itu juga menjadi target
  besar Indonesia dalam melakukan dekarbonisasi dalam mencapai net zero
  emission paling lama tahun 2060 mendatang.&lt;br /&gt;Eddy menyebutkan bahwa
  sektor energi harus bertransformasi agar menjadi lebih berkelanjutan
  di tengah disrupsi global. Ia menilai transisi ini sangat mendesak
  untuk dilakukan mengingat dinamika geopolitik dunia yang terus menekan
  ketahanan energi fosil.&lt;br /&gt;&amp;quot;Bagi saya transisi energi itu bukan
  opsi, bukan pilihan, itu adalah keniscayaan. Jadi it is inevitable
  that we have to transform our energy sector to become more
  sustainable,&amp;quot; katanya dalam acara Coffee Morning CNBC Indonesia,
  dikutip Jumat (24/7/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Dalam
  catatannya, Indonesia memiliki potensi energi baru   terbarukan (EBT)
  mencapai 3.600 Giga Watt (GW), di mana 3.300 GW di   antaranya
  bersumber dari energi basis surya. Meskipun saat ini   Indonesia masih
  memiliki cadangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; yang cukup untuk   150 tahun ke depan, pemanfaatan energi
  bersih tetap menjadi prioritas   utama.&lt;br /&gt;&amp;quot;Kita memiliki
  jumlah yang sangat besar Indonesia itu   sesungguhnya Ibu Bapak
  sungguh negara yang kaya. Kita itu punya sumber   energi fosil yang
  besar sekali tadi saya sebutkan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; 150 tahun. Kita
  masih punya cadangan gas yang begitu besar. Di lain pihak kita juga
  punya sumber energi terbarukan yang sangat besar,&amp;quot;
  tambahnya.&lt;br /&gt;Proses transisi energi tersebut juga diharapkan mampu
  membuat pilar ekonomi baru melalui mekanisme perdagangan karbon.
  Pemerintah sendiri membuka kembali keran perdagangan karbon untuk
  mendapatkan manfaat ekonomi dari program penurunan emisi gas rumah
  kaca.&lt;br /&gt;&amp;quot;Artinya apa? Kita punya peluang untuk mendapatkan
  manfaat ekonomi dari penurunan emisi kita dari transisi energi kita
  becoming more sustainable itu ada rewardnya bisa kita gunakan untuk
  membiayai proses transisi energi yang kita miliki hari ini,&amp;quot;
  paparnya.&lt;br /&gt;Eddy menekankan bahwa transisi energi juga bertujuan
  untuk mengurangi ketergantungan pada impor BBM dan LPG yang selama ini
  membebani devisa negara. Pemanfaatan sumber energi terbarukan seperti
  panas bumi, angin, dan air akan terus digalakkan oleh
  pihaknya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi transisi energi yang kita lakukan saat ini
  adalah bagian dari komitmen kita untuk melakukan dekarbonisasi
  tersebut dan menurut saya hari ini target dekarbonisasi melalui
  transisi energi tidak hanya dilakukan oleh Indonesia tetapi seluruh
  dunia,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260724100228-4-753505/wakil-ketua-mpr-ri-transisi-energi-bukan-pilihan-tapi-keniscayaan"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-24T07:06:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Warga RI Bakal Didorong Masak Pakai Kompor Listrik</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333254" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333254</id>
    <updated>2026-07-24T07:04:26Z</updated>
    <published>2026-07-24T07:04:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia - MPR RI mendukung pemerintah untuk mendorong
  peralihan sumber energi untuk memasak dari yang saat ini didominasi
  dengan menggunakan Liquefied Petroleum Gas (LPG) ke kompor listrik.
  Salah satunya untuk menekan beban impor LPG di Tanah Air.&lt;br /&gt;Wakil
  Ketua MPR RI Eddy Soeparno menyebutkan bahwa pihaknya mendorong
  rencana 'bagi-bagi' kompor listrik gratis untuk kelompok masyarakat
  kelas bawah atau kategori desil 1 hingga 4. Ia menyebut pihaknya sudah
  sepakat terhadap wacana tersebut dan mendorong untuk diimplementasikan
  oleh pemerintah pada tahun 2027 mendatang.&lt;br /&gt;&amp;quot;Jadi nanti untuk
  desil 1 sampai 4 akan kemudian diberikan kompor gratis, kompor listrik
  gratis. Nah itu nanti akan dilaksanakan anggarannya sudah kita
  sepakati secara prinsipil di tahun 2027 untuk kemudian
  dilaksanakan,&amp;quot; katanya dalam acara Coffee Morning CNBC Indonesia,
  dikutip Jumat (24/7/2026).&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Program
  konversi tersebut dinilai mendesak karena saat ini 80%   dari total
  kebutuhan LPG nasional dipenuhi melalui impor. Kondisi   tersebut
  sudah membebani anggaran negara karena adanya subsidi untuk
  LPG.&lt;br /&gt;Eddy merinci bahwa satu tabung LPG 3 kg sebenarnya memiliki
  nilai keekonomian sebesar Rp 56.000, namun dijual ke masyarakat hanya
  sekitar Rp 20.000 hingga Rp 21.000. Hal ini berarti negara menanggung
  subsidi sebesar Rp 36.000 per tabung, padahal dia mengatakan 63%
  subsidi energi saat ini masih salah sasaran.&lt;br /&gt;&amp;quot;Nah oleh
  karena itu, kita harus kemudian ganti. Kita sekarang sedang mendorong
  di parlemen supaya ada pergantian cara memasak kita dari LPG based
  menjadi electricity based,&amp;quot; lanjutnya.&lt;br /&gt;Peralihan ke kompor
  listrik dinilai lebih aman bagi ketahanan energi karena pasokan
  listrik di Indonesia didominasi oleh sumber daya dalam negeri,
  terutama batu bara dan energi terbarukan. Melalui program kompor
  listrik, pemerintah berharap dapat melakukan penghematan anggaran
  subsidi yang mencapai Rp 390 triliun per tahun untuk dialokasikan ke
  sektor lainnya.&lt;br /&gt;&amp;quot;Mungkin itu yang bisa saya sampaikan, mohon
  maaf kalau ada gambaran-gambaran yang agak kritis, tetapi menurut saya
  kita berupaya keras untuk mengurai berbagai permasalahan yang
  ada,&amp;quot; tandasnya.&lt;br /&gt;Sebagaimana diketahui, &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;kementerian esdm&lt;/span&gt;
  mengalokasikan anggaran sebesar Rp815,56 miliar untuk program
  pengadaan kompor listrik pada tahun 2027.&lt;br /&gt;Menteri ESDM Bahlil
  Lahadalia menyampaikan bahwa anggaran tersebut masuk dalam pagu
  Direktorat Jenderal Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi
  (EBTKE) dan telah tercantum dalam Surat Bersama Pagu Indikatif
  (SBPI).&lt;br /&gt;&amp;quot;Kompor listrik, ini karena kita mengurangi
  kebutuhan LPG, kita cari bauran energi lain. Jadi energi lain kita
  bukan hanya LPG, ada kompor listrik, CNG, dan lain-lain itu Rp815,56
  miliar,&amp;quot; jelas Bahlil beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;Selain
  kompor listrik, &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;kementerian
  esdm&lt;/span&gt; juga mengalokasikan anggaran untuk program motor listrik
  sebesar Rp635,24 miliar sebagai bagian dari transisi energi
  nasional.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(pgr/pgr)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260724074141-4-753447/warga-ri-bakal-didorong-masak-pakai-kompor-listrik"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-24T07:04:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Video: Bahlil Berencana Revisi RKAB Batu Bara, Penambang Buka Suara!</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333247" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333247</id>
    <updated>2026-07-24T07:02:25Z</updated>
    <published>2026-07-24T07:02:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia- Di tengah gejolak Harga komoditas global,
  pemerintah melalui Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM),
  Bahlil Lahadalia membuka peluang revisi Rencana Kerja dan Anggaran
  Biaya (RKAB) sektor mineral dan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; (minerba)
  2026.&lt;br /&gt;Sebelumnya pemerintah memangkas sekitar 190 juta ton
  produksi &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; 2026
  menjadi 600 juta ton serta bijih nikel turun sekitar 100 juta ton
  menjadi 260-270 juta ton.&lt;br /&gt;Maria Katarina dengan Ketua Indonesian
  Mining and Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo menilai positif
  Langkah pengelolaan volume produksi &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; RI menghadapi
  perkembangan global dengan memastikan pemenuhan kebutuhan &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; dalam
  negeri.&lt;br /&gt;Saat Harga &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; naik maka peningkatan produksi menjadi peluang bagi
  penambahan penerimaan negara namun perlu diperhatikan Batasan produksi
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt; nasional
  yang mungkin bisa berada di kisaran 670 - 700 juta ton. Selain itu
  relaksasi ini harus dipastikan untuk kebutuhan ekspor atau kebutuhan
  dalam negeri.&lt;br /&gt;Selengkapnya simak dialog Maria Katarina dengan
  Ketua Indonesian Mining and Energy Forum (IMEF), Singgih Widagdo dalam
  Closing Bell, CNBC Indonesia (Kamis, 23/07/2026)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/news/20260723155504-8-753315/video-bahlil-berencana-revisi-rkab-batu-bara-penambang-buka-suara"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-24T07:02:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Saham Dua Grup Konglomerat Jadi Incaran Asing</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333240" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333240</id>
    <updated>2026-07-24T07:02:24Z</updated>
    <published>2026-07-24T07:02:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Jakarta, CNBC Indonesia — Investor asing memborong saham-saham milik
  dua grup konglomerasi besar Indonesia, yakni Grup Prajogo Pangestu dan
  Grup Bakrie, di tengah koreksi Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada
  perdagangan Kamis (23/7/2026).&lt;br /&gt;Meski demikian, derasnya aksi jual
  pada saham-saham perbankan berkapitalisasi jumbo membuat IHSG gagal
  mempertahankan reli dan ditutup melemah 0,30% ke level
  6.315,31.&lt;br /&gt;Berdasarkan data perdagangan, investor asing membukukan
  net foreign sell Rp1,22 triliun. Namun, di balik aksi jual tersebut,
  terdapat akumulasi pada sejumlah saham yang berada di bawah dua
  kelompok usaha tersebut.&lt;br /&gt;Dari Grup Prajogo Pangestu, saham PT
  Petrindo Jaya Kreasi Tbk (PTRO) mencatat net buy Rp90,4 miliar, PT
  Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp57,3 miliar, serta PT Chandra Daya
  Investasi Tbk (CUAN) menjadi buruan terbesar dengan net buy Rp95,7
  miliar.&lt;br /&gt;Sementara dari Grup Bakrie, investor asing memborong PT
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk
  (BUMI) senilai Rp55,3 miliar dan PT &lt;span
    style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Minerals Tbk
  (BRMS) Rp26,7 miliar.&lt;br /&gt;Selain kedua grup tersebut, saham PT Amman
  Mineral International Tbk (AMMN), PT AKR Corporindo Tbk (AKRA), PT
  Timah (Persero) Tbk (TINS), dan PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) juga
  masuk daftar saham yang paling banyak dikoleksi investor asing pada
  perdagangan kemarin.&lt;br /&gt;Akumulasi asing pada saham-saham tersebut
  juga tercermin dari daftar top movers IHSG. BUMI menjadi kontributor
  positif terbesar kedua terhadap indeks dengan sumbangan sekitar 5,51
  poin, disusul AMMN sebesar 2,95 poin, BYAN 2,85 poin, MDKA 2,56 poin,
  PTRO 1,68 poin, dan MLPT 7,77 poin sebagai penyumbang terbesar.&lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;Selengkapnya berikut 10 saham dengan net foreign buy terbesar
  pada perdagangan kemarin:&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;PT Chandra Daya Investasi Tbk
  (CUAN) - Rp95,7 miliar&lt;br /&gt;PT   Petrosea Tbk (PTRO) - Rp90,4
  miliar&lt;br /&gt;PT Amman Mineral   Internasional Tbk (AMMN) - Rp78,2
  miliar&lt;br /&gt;PT Barito Pacific Tbk   (BRPT) - Rp57,3 miliar&lt;br /&gt;PT
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt; Tbk
  (BUMI) -   Rp55,3 miliar&lt;br /&gt;PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) - Rp47,8
  miliar&lt;br /&gt;PT Timah (Persero) Tbk (TINS) - Rp40,6 miliar&lt;br /&gt;PT
    &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;bumi resources&lt;/span&gt;
  Minerals Tbk (BRMS) - Rp26,7 miliar&lt;br /&gt;PT Merdeka Copper Gold Tbk
  (MDKA) - Rp22,7 miliar&lt;br /&gt;PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) - Rp17,4
  miliar&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Meski saham-saham komoditas dan konglomerasi
  tersebut menopang   indeks, tekanan jual pada saham-saham perbankan
  dan blue chips jauh   lebih dominan.&lt;br /&gt;PT Bank Central Asia Tbk
  (BBCA) menjadi penekan   terbesar IHSG dengan kontribusi negatif 19,85
  poin, diikuti PT Astra   International Tbk (ASII) 6,11 poin, PT Telkom
  Indonesia (Persero) Tbk   (TLKM) 4,61 poin, PT Bank Rakyat Indonesia
  (Persero) Tbk (BBRI) 4,38   poin, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk
  (BMRI) 3,27 poin.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;(mkh/mkh)&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://www.cnbcindonesia.com/market/20260723202724-17-753403/saham-dua-grup-konglomerat-jadi-incaran-asing"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.cnbcindonesia.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-24T07:02:00Z</dc:date>
  </entry>
  <entry>
    <title>Mengukur Daya Serap Pasar di Tengah Gelombang Rights Issue</title>
    <link rel="alternate" href="https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333217" />
    <author>
      <name>Admin Ugems</name>
    </author>
    <id>https://hms.ugems.id/nl/c/blogs/find_entry?p_l_id=17&amp;entryId=5333217</id>
    <updated>2026-07-24T07:00:23Z</updated>
    <published>2026-07-24T07:00:00Z</published>
    <summary type="html">&lt;p&gt;Bisnis.com, JAKARTA — Aksi korporasi penerbitan saham baru, baik
  melalui rights issue maupun private placement, menjadi langkah
  strategis perusahaan tercatat khususnya di era suku bunga tinggi yang
  membuat cost of fund meningkat. Dalam situasi ini, daya serap pasar
  menjadi faktor krusial.&lt;br /&gt;Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia
  (BEI) sepanjang Juli 2026, setidaknya ada 13 emiten mengumumkan rights
  issue. Terbaru, ada FORU yang mengincar dana Rp27,1 triliun. Bila ini
  berhasil, akan menjadi nilai rights issue terbesar kedua dalam 5 tahun
  terakhir. &lt;br /&gt;Selain itu, ada BNBR yang mengincar dana Rp4,76
  triliun dan SINI yang mengincar dana Rp3,61 triliun. Sedangkan, ada 3
  emiten yang berencana melakukan private placement, yakni MKNT, HATM,
  dan GPSO.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Head of Research Kiwoom Sekuritas, Liza
  Camelia Suryanata   mengatakan bahwa kemampuan pasar menyerap seluruh
  penerbitan saham   baru akan sangat selektif. Menurutnya, rights issue
  jumbo membutuhkan   dukungan kuat dari pemegang saham utama, investor
  strategis, atau   standby buyer. &lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;&amp;quot;Tanpa dukungan
  tersebut, risiko saham tidak terserap dan   tekanan harga menuju harga
  pelaksanaan rights issue akan semakin   besar,&amp;quot; kata Liza kepada
  Bisnis, Kamis (23/7/2026).&lt;br /&gt;Adapun,   dalam gelombang aksi
  korporasi ini, beberapa emiten menggalang dana   untuk ekspansi di
  pertambangan &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu bara&lt;/span&gt;.
  Sebagai contoh,   MEJA melakukan rights issue untuk mendanai akuisisi
  perusahaan tambang     &lt;span style="background-color: yellow;"&gt;batu
  bara&lt;/span&gt; PT Trimata   Coal Perkasa (TCP). Sementara untuk FORU,
  perseroan akan menggunakan   sebanyak 76,81% dana hasil rights issue
  untuk menebus saham PT Borneo   Prima.&lt;br /&gt;Menurut Liza, investor
  perlu melihat lebih jauh kualitas   aset yang dibeli. Faktor
  pentingnya antara lain adalah legalitas,   jumlah cadangan, biaya
  produksi, kebutuhan belanja modal, prospek arus   kas, serta kewajaran
  valuasi transaksi.&lt;br /&gt;&amp;quot;Akuisisi baru bisa   dikatakan
  menciptakan nilai apabila tambahan laba dan arus kas ke   depan mampu
  mengimbangi dilusi. Jika asetnya belum produktif atau   dibeli pada
  valuasi yang terlalu mahal, transaksi tersebut justru   berisiko
  membebani pemegang saham publik,&amp;quot; jelasnya.&lt;br /&gt;Liza
  menyarankan agar investor sebaiknya tidak membeli saham hanya karena
  ada pengumuman rights issue atau private placement. Hal yang perlu
  diperhatikan adalah tujuan penggunaan dana, harga pelaksanaan, tingkat
  dilusi, komitmen pemegang saham pengendali, kualitas aset yang akan
  diakuisisi, serta dampaknya terhadap laba dan arus kas
  perusahaan.&lt;br /&gt;Emiten dengan sponsor kuat, neraca sehat, valuasi
  transaksi wajar, dan penggunaan dana yang jelas menurutnya layak
  dipertimbangkan. Sebaliknya, investor perlu berhati-hati terhadap
  rights issue berulang, dilusi yang terlalu besar, transaksi afiliasi,
  atau penggunaan dana yang masih terlalu umum.&lt;/p&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;br /&gt;
  &lt;p&gt;Source &lt;a
    href="https://market.bisnis.com/read/20260724/7/1990763/mengukur-daya-serap-pasar-di-tengah-gelombang-rights-issue"
    target="_blank" rel="noopener noreferrer"&gt;https://www.bisnis.com&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</summary>
    <dc:creator>Admin Ugems</dc:creator>
    <dc:date>2026-07-24T07:00:00Z</dc:date>
  </entry>
</feed>
