IHSG Loyo, Asing Jualan Saham Ini di Sesi 1

Admin Ugems
Lectura de un minuto - Tue Jul 28 01:00:00 GMT 2026

Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih bergerak di zona merah hingga jeda perdagangan pertama, Senin (27/7/2026), di tengah aksi jual investor asing pada saham-saham perbankan dan komoditas.
Hingga pukul 12.00 WIB, IHSG turun 22,49 poin atau 0,36% ke level 6.173,94. Sepanjang sesi I, indeks sempat menyentuh level tertinggi 6.219,42 sebelum akhirnya kehilangan tenaga dan kembali melemah.
Nilai transaksi tercatat Rp7,08 triliun dengan volume 16,07 miliar saham dalam 1,14 juta kali transaksi. Sebanyak 311 saham menguat, 332 saham melemah, dan 322 saham stagnan.
Berdasarkan data Stockbit Sekuritas, investor asing membukukan net foreign sell Rp293,41 miliar di seluruh pasar. Nilai beli asing mencapai Rp2,17 triliun, sedangkan nilai jual mencapai Rp2,47 triliun.
Aksi jual asing terbesar terjadi pada saham-saham berkapitalisasi besar, dipimpin oleh:

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI) - Rp135,65 miliar
PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA) - Rp71,46 miliar
PT Buana Lintas Lautan Tbk (BULL) - Rp41,82 miliar
PT Aneka Tambang (Persero) Tbk (ANTM) - Rp38,52 miliar
PT bumi resources Tbk (BUMI) - Rp29,88 miliar
PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) - Rp25,55 miliar
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) - Rp23,65 miliar
PT Astra International Tbk (ASII) - Rp19,15 miliar
PT bumi resources Minerals Tbk (BRMS) - Rp18,36 miliar
PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) - Rp14,77 miliar

Di sisi lain, asing masih mengoleksi sejumlah saham, antara lain:

PT Merdeka Gold Resources Tbk (EMAS) - Rp116,86 miliar
PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) - Rp70,30 miliar
PT Rukun Raharja Tbk (RAJA) - Rp10,48 miliar
PT DMS Propertindo Tbk (KOTA) - Rp8,42 miliar
PT Petrosea Tbk (PTRO) - Rp7,69 miliar
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI) - Rp7,59 miliar
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) - Rp6,25 miliar
PT Medco Energi Internasional Tbk (MEDC) - Rp6,17 miliar
PT Merdeka Copper Gold Tbk (MDKA) - Rp5,13 miliar
PT Bukit Uluwatu Villa Tbk (BUVA) - Rp5,02 miliar


Dari sisi kontributor indeks, saham DCI Indonesia (DCII) menjadi penopang terbesar IHSG dengan kontribusi 5,33 poin, diikuti Bayan Resources (BYAN) sebesar 2,30 poin, VKTR 1,74 poin, INKP 1,57 poin, serta IMPC 1,36 poin.
Sebaliknya, tekanan terbesar terhadap IHSG berasal dari Telkom Indonesia (TLKM) yang memangkas 5,21 poin indeks. Selanjutnya Barito Renewables Energy (BREN) mengurangi 3,49 poin, Mora Telematika Indonesia (MORA) 3,11 poin, Bank Mandiri (BMRI) 2,76 poin, dan Bank Central Asia (BBCA) 2,49 poin.
Secara sektoral, hanya satu sektor yang mampu bertahan di zona hijau, yakni konsumer non-primer yang menguat 0,39%.
Sementara itu, pelemahan terdalam terjadi pada sektor utilitas yang turun 1,71%, diikuti teknologi (-0,79%), kesehatan (-0,78%), properti (-0,39%), energi (-0,22%), finansial (-0,22%), bahan baku (-0,20%), industri (-0,15%), dan konsumer primer (-0,09%).


(mkh/mkh)



Source https://www.cnbcindonesia.com

Comentarios de la página